SERANG – Anggota DPRD Kota Serang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Eko Sucipto, mengajak para orang tua untuk tidak ragu menyekolahkan anak ke pondok pesantren.
Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat pemahaman agama, serta menanamkan akhlak dan kemandirian sejak dini.
Momentum Hari Santri Nasional 2026, kata Eko, menjadi pengingat bagi orang tua akan pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Ia menilai, pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga membiasakan santri menjalani kehidupan yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia.
“Sebagai orang tua, kita wajib memperhatikan pendidikan agama dan akhlak anak. Dengan memondokkan anak, kita berharap mereka lebih terarah, mulai dari jadwal salat, waktu belajar, hingga kebiasaan membaca dan menghafal Alquran,” ujar Eko, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, pesantren menjadi lingkungan pendidikan yang mendukung anak untuk lebih fokus belajar dan mendalami ajaran Islam.
Hal ini dinilai penting di tengah tantangan era digital, ketika anak-anak semakin mudah mengakses gawai dan berbagai konten yang belum tentu sesuai dengan usia mereka.
“Di rumah, belum tentu kita bisa sepenuhnya mengawasi anak untuk belajar Alquran dan membatasi penggunaan gadget. Di pesantren, anak-anak memiliki kegiatan yang teratur sehingga bisa lebih fokus pada pendidikan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pesantren memberikan bekal ilmu agama yang bersumber dari Alquran, hadis, dan fikih. Bekal tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi santri dalam menjalani kehidupan sekaligus membantu mereka membedakan hal yang baik dan buruk.
Selain pengetahuan agama, Eko menilai pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk karakter melalui kebiasaan sehari-hari.
Santri dilatih disiplin bangun pagi, mengantre saat makan, mencuci pakaian dan peralatan makan sendiri, serta menghormati guru, kiai, dan ustaz.
Kebiasaan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menumbuhkan tanggung jawab, kesabaran, sikap tawadhu, dan kemandirian.
Lingkungan pesantren juga diharapkan dapat membantu anak membangun pergaulan yang positif serta menjauhkan mereka dari pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.
“Di pesantren, anak-anak belajar disiplin, mandiri, sabar, dan menghormati guru. Mereka juga memiliki teman-teman yang sama-sama berusaha menjadi lebih baik,” tuturnya.
Eko menambahkan, kehidupan di pesantren turut membangun ikatan kekeluargaan. Kiai berperan sebagai orang tua, ustaz menjadi pembimbing, sedangkan sesama santri dapat menjalin persaudaraan yang diharapkan bertahan hingga dewasa.
Ia berharap, melalui pendidikan pesantren, anak-anak tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapan saya pada Hari Santri ini, semakin banyak anak yang mau mondok. Ada tiga hal yang penting dipelajari di pesantren, yaitu ilmu dengan sanad yang jelas, disiplin dan kemandirian hidup, serta adab sebelum ilmu,” tegasnya.
Eko mengaku turut mempercayakan pendidikan kedua anaknya di pondok pesantren, masing-masing di wilayah Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa pesantren merupakan salah satu pilihan pendidikan yang dapat membantu orang tua mempersiapkan masa depan anak, baik dari sisi pengetahuan, karakter, maupun kehidupan spiritual.
Karena itu, ia mengimbau para orang tua agar menjadikan pendidikan agama sebagai perhatian utama dalam mendidik anak, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, mandiri, serta memiliki bekal untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.***