Koperasi Desa Merah Putih di Cikeusal Dibangun Dekat Kawah Belerang, Kades: Bukan di Atas Kubangan

SERANG – Lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Gosalih Kawah, Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, menjadi perhatian karena berada di kawasan yang berdekatan dengan titik munculnya lumpur dan aroma belerang alami.

Bangunan koperasi yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian berdiri di atas tanah bengkok milik Pemerintah Desa Cimaung.

Lahan tersebut dipilih karena merupakan aset desa yang selama bertahun-tahun belum dimanfaatkan secara optimal.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati jalan desa yang telah dibeton dan dapat dilalui kendaraan roda empat, meski di beberapa titik mulai mengalami kerusakan. Aroma belerang mulai tercium ketika mendekati area pembangunan.

Titik yang selama ini dikenal warga sebagai lokasi munculnya fenomena lumpur belerang berada sekitar 20 meter di belakang bangunan koperasi.

Di sisi kanan gedung juga telah dibuat saluran galian sebagai upaya mengantisipasi genangan air saat musim hujan.

Di sekitar bangunan tampak hamparan lahan kosong dengan kondisi tanah berwarna abu-abu yang merupakan endapan lumpur lama yang telah mengering.

Pada musim kemarau, area tersebut terlihat retak-retak tanpa adanya genangan air maupun gelembung.

Warga setempat, Bisri (54), mengatakan fenomena alam tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

“Kalau musim hujan, kubangan itu seperti air mendidih dan bergejolak. Sekarang karena musim kemarau sudah kering, tetapi aroma belerangnya masih tercium, biasanya kalau musim hujan ada warga yang mengambil air yang dipercaya bisa menyembuhkan gatal di badan.” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (30/7/2026) .

Menurut Bisri, sebelum pembangunan koperasi dimulai, lahan tersebut memang merupakan tanah desa yang tidak dimanfaatkan.

“Itu dibangun dekat lokasi lumpur, Dari dulu memang sudah ada bau belerang dan pusat kubangannya berada di belakang,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini aliran air dari area tersebut telah diarahkan ke saluran irigasi sehingga tidak lagi menyebabkan genangan seperti sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cimaung, menegaskan bahwa gedung koperasi dibangun di atas tanah bengkok desa yang kondisinya berupa lahan kosong, bukan di atas kubangan lumpur aktif.

“Perlu kami luruskan, bangunan KDMP tidak berdiri tepat di atas kubangan atau lumpur belerang. Titik yang dimaksud berada di bagian belakang bangunan, bukan pada tapak maupun fondasi gedung,” kata Surnadi.

Ia menjelaskan, fenomena genangan air yang terkadang disertai gelembung dan aroma menyerupai belerang hanya muncul pada musim hujan di sebagian lahan kosong belakang bangunan.

Sedangkan pada musim kemarau seperti saat ini, lokasi tersebut tidak menunjukkan adanya kubangan air, lumpur aktif maupun gelembung.

“Kondisi sebenarnya adalah hamparan tanah kosong. Kalau musim hujan memang ada bagian yang tergenang air dan terkadang berbau seperti belerang. Namun saat musim kemarau tidak ada kubangan maupun gelembung seperti yang dibayangkan,” jelasnya.

Meski berada di kawasan yang memiliki fenomena geologi alami, Pemerintah Desa Cimaung memastikan bangunan Koperasi Desa Merah Putih didirikan di atas lahan desa yang dinilai layak dimanfaatkan dan tidak berada tepat di atas titik keluarnya lumpur belerang.***

Comments (0)
Add Comment