SERANG– Di tengah kekeringan akibat kemarau panjang, Perumda Tirta Al Bantani, BUMD Kabupaten Serang mencatat telah menyalurkan 115 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak selama Agustus 2026.
Direktur Utama Perumda Tirta Al Bantani Eli Mulyadi menegaskan, pihaknya mengambil peran aktif dalam penanganan darurat kekeringan dengan mendukung penyediaan dan pendistribusian air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Dalam kondisi tersebut, Perumda Tirta Al Bantani mengambil bagian secara aktif dalam penanganan darurat kekeringan dengan mendukung penyediaan dan pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang terdampak,” kata dia dalam video.
Pihaknya memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda.
Oleh karena itu, Perumda akan terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami terus bersinergi dengan BPBD Kabupaten Serang, Baznas, PMI, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, serta OPD terkait untuk melakukan pemetaan wilayah yang terdampak, menentukan skala prioritas dan memastikan bantuan air bersih dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.
“Kami tidak ingin masyarakat menghadapi kondisi ini sendirian. Perumda Tirta Al Bantani akan terus hadir bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” sambungnya.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan secara gratis melalui satu pintu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, sesuai status tanggap darurat kekeringan yang telah dikeluarkan Bupati Serang.
“Agustus 115 ribu liter air didistribusikan. Air curah Baros itu kita gratiskan untuk bantuan ini semua,” ujar Manajer Pelayanan Perumda Tirta AlBantani, Afnani saat ditemui, Rabu (16/9/2026).
Perumda, kata dia, tidak memungut biaya sedikitpun untuk air bantuan tersebut.
“Airnya gratis. Silakan ngambil dari mana, mau dikirim ke daerah mana pun silakan. Kalau mau ngambil dari Baros, kita tidak dipungut biaya sedikitpun,” tegasnya.
Adapun, wilayah yang menjadi sasaran utama bantuan adalah kawasan Pantura Kabupaten Serang, meliputi Kecamatan Pontang, Tirtayasa, hingga Tanara yang memang langganan dampak kekeringan tiap tahun.
“Khususnya Pantura tuh, Pontang, Tirtayasa, sampai Tanara itu sering sekali. Dari camatnya permintaannya, cuman sekarang sudah satu pintu, diarahkan ke BPBD Kabupaten,” jelasnya.
Skema penyalurannya, BPBD dan instansi lain seperti Basarnas dan Brimob Polri dengan water cannon mengambil air curah dari reservoir milik PDAM di Linduk dan Baros, untuk kemudian didistribusikan ke desa-desa yang mengajukan.
“BPBD Kabupaten juga sempat menyimpan pompa untuk nyedot dari reservoir kita yang ada di Linduk, biar nggak jauh. Teman-teman BPBD ngambil air gratis sesuai arahan Pak Dirut,” ujarnya.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kerjasama Perumda Tirta Al Bantani dengan berbagai pihak, mulai dari Balai Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BWS C3), Perum Jasa Tirta (PJT) II, Basarnas, hingga BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup.
“Kita kerjasama dari PJT 2, C3, terus Basarnas, BPBD. Kemarin kegiatan-kegiatan ngirim tangki untuk ulang tahun Basarnas yang ke-26,” katanya.
Meski menyalurkan bantuan gratis, PDAM mengaku ikut terdampak kekeringan. Untuk wilayah Kopo yang mengandalkan Sungai Cidurian, sempat berhenti produksi dua hari pada Minggu-Senin kemarin.
“PDAM itu adalah yang terdampak. Kalau irigasi tidak dibuka sama Bendung Pamarayan, kita tidak bisa produksi. Pelanggan marah-marah ke kita,” ungkapnya.
Sementara untuk kendala, Manager Trandist & NRW H.Supriyadi mengungkapkan bahwa terdapat tingginya biaya operasional pengiriman.
“Kesulitannya sekarang itu tentang operasionalnya karena BBM. Kita pakai Pertamina Dex yang paling mahal. Cukup kerepotan. Sementara kita ngebantu, sifatnya ngebantu,” keluhnya.
Terakhir, Henri Khairuddin selaku Direktur Bidang Teknik dan Produksi mengatakan, selama status darurat masih berlaku, PDAM akan tetap membuka keran bantuan air bersih gratis bagi warga yang membutuhkan melalui BPBD.
“Jadi memang kita tuh ada bantuan tangki juga. Kalau misalkan daerah Cikande kan ada Ciujung, ya kita ngambil air situ kita distribusikan ke mana yang minta,” pungkasnya.***