SERANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serang bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Sejak sehari setelah erupsi, kader partai turun langsung ke sejumlah wilayah untuk membagikan masker kepada masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serang, Madsuri, mengatakan pembagian masker dilakukan di lima kecamatan yang dinilai terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Anyer, Cinangka, Mancak, Padarincang, dan Kramatwatu.
“Kami kemarin pasca terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, sekitar pukul 11.00 siang pada hari Minggu, langsung terjun ke bawah,” kata Madsuri, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, pembagian masker menyasar kelompok masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Di Kecamatan Anyer, masker diberikan kepada pengunjung pantai dan para pedagang yang tetap menjalankan aktivitasnya di kawasan wisata tersebut.
Sementara di Kecamatan Cinangka, pembagian masker menyasar nelayan, pedagang, pengguna jalan, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar pusat pelelangan ikan di Pasauran.
“Di Padarincang kita bagikan kepada pengguna jalan, terutama di pasar-pasar. Kemudian di Mancak juga sama, kepada pengguna jalan. Untuk Kramatwatu, kami membagikan di beberapa lampu merah dan titik-titik yang banyak dilalui pengguna jalan,” ujarnya.
Madsuri menilai pembagian masker penting dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), akibat paparan abu vulkanik.
Ia menyebut abu vulkanik yang beterbangan juga dapat mengganggu penglihatan.
Kondisi tersebut dirasakan masyarakat yang tetap berkendara tanpa perlindungan mata di wilayah terdampak.
“Untuk abu vulkanik ini mengandung silika yang memang bahan baku kaca. Menurut kami ini bisa saja merusak saluran pernapasan. Di lokasi yang kita bagi juga banyak sekali abu. Kalau tidak pakai helm saat naik motor, mata terasa perih,” ungkapnya.
Karena itu, selain masker, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serang juga tengah berkoordinasi dengan DPP PDI Perjuangan untuk menyediakan kacamata pelindung bagi masyarakat.
“Rencananya hari ketiga besok kami juga akan membagikan masker di beberapa tempat yang menurut kami masih parah. Khususnya di daerah Anyer dan Cinangka memang cukup parah,” katanya.
Madsuri menjelaskan, langkah cepat tersebut juga merupakan bagian dari instruksi DPP PDI Perjuangan.
Bahkan, sejak Juni dan Juli 2026, pihaknya telah mendapatkan tugas untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Dari partai kami, khususnya PDI Perjuangan, sejak bulan Juni dan Juli di Kabupaten Serang memang diberi tugas oleh pusat untuk terus memantau Gunung Anak Krakatau sampai hari ini,” jelasnya.
Dengan adanya pemantauan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serang mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi sebelum erupsi terjadi.
“Ketika terjadinya erupsi, kami sudah matang dan siap siaga. Hari ini, khususnya hari ketiga, kami masih melihat dan memantau keadaan serta terus mendorong pemantauan tersebut,” tuturnya.
Madsuri memastikan pemantauan terhadap lima wilayah terdampak akan terus dilakukan selama satu pekan ke depan.
Selain memantau kondisi abu vulkanik, pihaknya juga akan kembali turun ke masyarakat untuk menyalurkan masker di titik-titik yang dinilai masih terdampak cukup tinggi.
“Kami terus memantau di lima daerah tersebut. Per hari ini pun masih ada sisa-sisa abu vulkanik yang terlihat di beberapa titik. Dalam waktu satu minggu ini kami akan terus memantau, meninjau, dan turun ke masyarakat untuk membagikan masker di beberapa titik yang menurut kami tingkat erupsinya cukup tinggi,” pungkasnya.***