Program Gapudakan Dorong Kemandirian Pangan di Mancak, Dua Desa Jadi Percontohan Aquaponik

SERANG — Dinas Perikanan Kabupaten Serang terus memperkuat program kemandirian pangan masyarakat desa melalui Gerakan Perempuan untuk Budidaya Ikan (Gapudakan).

Pada tahun 2026, dua desa di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, yakni Desa Cikedung dan Desa Sangiang ditetapkan sebagai lokasi percontohan budidaya ikan berbasis sistem aquaponik.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan keluarga, tetapi juga pemberdayaan ekonomi perempuan desa.

Analis Akuakultur Ahli Muda Dinas Perikanan Kabupaten Serang, Nur Amalia, menjelaskan bahwa kegiatan di Kecamatan Mancak merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Prioritas Pedesaan (KPP) yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kegiatan Dinas Perikanan di Mancak tidak hanya di Cikedung, tetapi juga mencakup Ciwarna dan Sangiang. Kami memberikan pelatihan budidaya, bantuan sarana prasarana, hingga pendampingan administrasi kelompok,” ujar Amalia kepada wartawan, Senin (4/5/2026).

Menurut Amalia, program yang baru direalisasikan pekan lalu berupa pembangunan unit percontohan aquaponik bagi kelompok ibu-ibu PKK dan perempuan pelaku budidaya ikan.

Saat ini instalasi aquaponik telah terpasang dan diisi air, serta tinggal menunggu proses penebaran benih ikan.

Ia menegaskan, Gapudakan dirancang untuk meningkatkan kemampuan perempuan desa dalam mengelola budidaya ikan skala rumah tangga.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga, membantu penanganan stunting, serta membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.

“Harapannya ibu-ibu bisa memiliki kolam ikan sendiri di rumah sehingga kebutuhan protein keluarga dapat terpenuhi,” jelasnya.

Dalam sistem aquaponik, ikan dipelihara pada kolam bagian bawah, sedangkan bagian atas dimanfaatkan untuk menanam sayuran.

Jenis ikan yang dapat dibudidayakan antara lain lele dan nila. Sementara tanaman yang dapat ditanam meliputi pokcoy, kangkung, hingga sawi.

Model budidaya ini dinilai efisien karena memanfaatkan lahan sempit sekaligus menghasilkan dua komoditas pangan dalam satu sistem.

Dinas Perikanan Kabupaten Serang menargetkan unit percontohan yang saat ini berjumlah dua dapat berkembang menjadi lebih banyak kolam rumah tangga di masa mendatang.

“Harapannya bisa berkembang dari dua unit menjadi lima, sepuluh bahkan ribuan unit kolam di rumah tangga perempuan,” kata Amalia.

Ke depan, keberlanjutan program Gapudakan sangat bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.

“Semoga program ini terus berlanjut setiap tahun sehingga dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment