SERANG – Event tahunan Serang Fair 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang resmi berakhir setelah digelar selama empat hari, mulai tanggal 7 hingga 10 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Selain menghadirkan hiburan, Serang Fair 2026 juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan tingkat kunjungan Serang Fair tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat tidak terlepas dari konsep dan area penyelenggaraan yang lebih besar.
“Pertama, tingkat kunjungan ini jauh lebih besar daripada tahun lalu karena memang space-nya juga lebih besar,” kata Wahyu saat ditemui usai penutupan Serang Fair 2026, Senin (10/8/2026).
Wahyu berharap Serang Fair dapat terus menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Serang.
Namun, ke depan diperlukan lokasi yang lebih representatif untuk menunjang kenyamanan pengunjung maupun penyelenggara.
Ia menilai kondisi lokasi saat ini masih memiliki sejumlah keterbatasan, terutama ketika terjadi kepadatan penonton saat pertunjukan musik.
“Semoga Kota Serang Fair dengan adanya ini merupakan event rutin dan bisa beralih ke tempat yang lebih representatif. Karena tadi teman-teman tahu, begitu penonton berjoget, debunya ke mana-mana,” ujarnya.
Meski demikian, Wahyu menyebut Serang Fair telah menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat.
“Kota Serang Fair ini sudah menjadi event yang dirindukan oleh masyarakat Kota Serang dan juga masyarakat di luar Kota Serang,” katanya.
Terkait jumlah pengunjung selama empat hari pelaksanaan, Wahyu mengatakan pihaknya masih melakukan rekapitulasi.
Namun, berdasarkan data sementara dari alat penghitung pengunjung (checker), jumlah kunjungan pada salah satu periode mencapai sekitar 22.000 orang dalam waktu kurang dari satu jam.
“Belum terekap semua. Tapi sebagai perbandingan, dari jam 08.00 sampai kurang lebih jam 09.00 itu sudah mencapai 22.000 berdasarkan hasil checker,” ungkapnya.
Penghitungan kemudian dihentikan sementara karena panitia harus mempersiapkan pemantauan rangkaian acara.
“Karena sudah mulai persiapan untuk memonitor acaranya. Nanti kita lihat rekap totalnya,” tambah Wahyu.
Lalu dari sisi ekonomi, Wahyu menyebut Serang Fair 2026 memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan dan UMKM.
Meski angka final masih dalam proses rekapitulasi, perputaran ekonomi sementara yang tercatat telah mencapai lebih dari Rp4 miliar.
“Kemarin saja kita sudah sekitar Rp4 miliar lebih. Nanti rekapnya di akhir,” katanya.
Serang Fair tahun ini juga melibatkan sekitar 500 pelaku usaha. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk UMKM, ekonomi kreatif, serta pedagang di kawasan Stadion Maulana Yusuf.
“Kurang lebih sekitar 500-an,” kata Wahyu.
Berdasarkan survei secara acak yang dilakukan panitia, sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan pelaksanaan Serang Fair tahun sebelumnya.
“Berdasarkan hasil survei kami secara random, mereka jauh lebih besar pendapatannya tahun ini dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Wahyu, kondisi tersebut menunjukkan kualitas perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan Serang Fair mengalami peningkatan.
Selain itu, dampak ekonomi Serang Fair juga disebut tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM. Pemerintah Kota Serang mencatat adanya peningkatan tingkat hunian hotel selama pelaksanaan kegiatan.
Wahyu mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang, tingkat hunian hotel mengalami kenaikan sekitar 20 persen.
“Kami juga menanyakan ke Bapenda kemarin, ada tingkat hunian hotel bagaimana? Naik 20 persen,” tuturnya.
Dengan demikian, Wahyu menilai Serang Fair 2026 tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di Kota Serang.
Ia berharap penyelenggaraan Serang Fair pada tahun-tahun mendatang dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi konsep, kenyamanan, keamanan, maupun lokasi penyelenggaraan.***