SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menunjukkan respons cepat terhadap warga yang tertimpa musibah rumah roboh dengan menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat kurang mampu.
Bantuan tersebut diberikan setelah dilakukan asesmen lapangan guna memastikan kondisi penerima benar-benar membutuhkan uluran tangan pemerintah.
Staf Ahli Wali Kota Serang Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Kota Serang, Triningsih, mengatakan laporan terkait rumah roboh biasanya berasal dari kader, lurah, hingga camat yang kemudian diteruskan kepada Wali Kota Serang, Budi Rustandi.
Menurutnya, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Warga, baik dari kader, lurah maupun camat melaporkan kepada Bapak Wali Kota bahwa ada rumah roboh,” ujar Triningsih, Rabu (4/6/2026).
Ia menegaskan, langkah cepat yang dilakukan Wali Kota Serang merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.
“Bapak Wali Kota memberikan bukti nyata bahwa ini bukan sekadar janji, tetapi langsung turun ke masyarakat dan bisa langsung dirasakan manfaatnya,” katanya.
Triningsih menjelaskan, mayoritas penerima bantuan merupakan warga dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.
Karena itu, sebelum bantuan disalurkan, pemerintah terlebih dahulu melakukan asesmen di lapangan.
“Rata-rata yang mendapatkan bantuan memang warga kurang mampu. Sebelum memberikan bantuan uang tunai, kami melakukan asesmen terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia mencontohkan kondisi yang ditemuinya saat melakukan kunjungan ke wilayah Kecamatan Walantaka.
Dalam satu kesempatan, pihaknya menemukan tiga rumah warga yang roboh dengan kondisi penghuni yang sangat membutuhkan perhatian.
“Ada seorang ibu yang sangat memprihatinkan. Rumahnya roboh, tidak memiliki orang tua, tinggal sendiri, sementara suaminya bekerja sebagai tukang becak di Tangerang,” tuturnya.
Untuk membantu meringankan beban warga terdampak, Pemkot Serang memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada setiap penerima.
“Bantuannya berupa uang tunai Rp10 juta,” jelas Triningsih.
Ia menuturkan, sebelumnya bantuan serupa juga pernah disalurkan melalui berbagai pihak, termasuk organisasi sosial dan dukungan sejumlah lembaga.
Namun, tingginya kebutuhan masyarakat membuat dukungan tambahan masih sangat diperlukan.
Tak hanya membantu warga korban rumah roboh, kepedulian Wali Kota Serang juga diwujudkan melalui bantuan pembangunan masjid, musala, madrasah, hingga pondok pesantren.
“Beliau bukan hanya membantu rumah roboh, tetapi juga pembangunan masjid, musala, madrasah, dan pondok pesantren,” katanya.
Bahkan, bantuan juga diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan sarana kegiatan keagamaan.
“Ada ibu-ibu pengajian yang membutuhkan alat ketimpring dan beliau juga membantu,” ujarnya.
Triningsih menilai, langkah tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Serang kepada masyarakat.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mempercepat pemulihan kondisi mereka setelah tertimpa musibah.
Menurutnya, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan menjadi hal penting agar warga dapat merasakan perhatian dan dukungan secara langsung dari pemerintah daerah.***