Viking Serang Laporkan Dugaan Penyerangan oleh Oknum Jakmania, Anak Balita Sempat Terinjak

 

SERANG – Ketua Viking Serang Banten, Ogi Pratama, melaporkan dugaan aksi penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah oknum suporter The Jakmania Kabupaten Serang terhadap anggota Viking Korwil Kragilan, Minggu (7/6/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang terluka dan trauma pada anak-anak.

Menurut Ogi, peristiwa itu terjadi saat jajaran pengurus Viking Serang Banten tengah menggelar kegiatan roadshow dan silaturahmi ke Korwil Viking Kragilan. Acara yang berlangsung di salah satu rumah anggota Viking tersebut ditutup dengan kegiatan makan bersama sekitar pukul 00.00 WIB.

“Saat itu kami sedang mengadakan roadshow ke Korwil Viking Kragilan. Setelah acara silaturahmi selesai dan hendak makan bersama, tiba-tiba datang rombongan yang diduga The Jakmania Kabupaten Serang menggunakan lebih dari 20 motor,” kata Ogi kepada wartawan, Senin (8/6/2026).

Ogi mengungkapkan, rombongan tersebut diduga dipimpin oleh ketuanya yang berinisial R. Saat melintas di depan lokasi kegiatan, mereka melihat bendera Viking Kragilan yang terpasang di rumah tersebut.

“Mereka turun dan diduga hendak mengambil bendera Viking Kragilan. Salah satu anggota kami sempat mempertahankan bendera itu, namun kemudian terjadi pemukulan,” ujarnya.

Aksi kekerasan tersebut diduga dilakukan secara beramai-ramai menggunakan berbagai benda, mulai dari helm hingga potongan kayu. Akibatnya, dua orang anggota Viking mengalami luka-luka.

“Korban ada dua orang. Satu mengalami luka robek di bagian bibir dan satu lagi mengalami memar di pelipis akibat pemukulan,” jelas Ogi.

Tak hanya anggota komunitinya, Ogi menyebut anak dan istrinya juga ikut terdampak dalam insiden tersebut. Anak balitanya yang berusia dua tahun sempat terjatuh dan terinjak saat situasi ricuh. Sementara anaknya yang berusia tujuh tahun mengalami trauma mendalam.

“Saya lihat anak saya jatuh, langsung saya peluk. Saat itu darah dari korban juga mengenai anak saya. Anak saya yang umur tujuh tahun sampai menangis terus karena syok melihat kejadian tersebut,” ungkapnya.

Usai kejadian, Ogi langsung membawa para korban untuk menjalani visum di RS Bhayangkara. Pihaknya kini resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke kepolisian.

“Semalam kami langsung melakukan visum di RS Bhayangkara dan saat ini sedang membuat laporan polisi agar kejadian ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ogi menambahkan, saat kejadian jumlah anggota Viking di lokasi hanya sekitar 10 orang karena sebagian besar sudah pulang. Sementara itu, rombongan yang melakukan penyerangan diduga baru saja selesai menghadiri acara ulang tahun sebelum mendatangi lokasi di Kragilan. ***

Comments (0)
Add Comment