TANGERANG — Polemik keterlambatan penyerahan uang pembinaan kepada pemenang Youth Football National Championship GRANAT 2026 kembali memanas.
Hampir tiga bulan setelah kompetisi berakhir, hak yang dijanjikan kepada para juara dilaporkan belum juga dicairkan secara penuh.
Kondisi ini menuai kekecewaan mendalam dari para peserta, salah satunya Adam, pemilik SSB 24 Sepatan.
Ia mempertanyakan komitmen pihak penyelenggara, terlebih turnamen ini membawa nama besar Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Tangerang.
“Saya baru kali ini mengikuti kompetisi yang seperti ini. Apalagi ini sekelas GRANAT, organisasi besar di Kabupaten Tangerang. Seharusnya penyelenggara bertanggung jawab penuh terhadap apa yang sudah dijanjikan,” ujar Adam.
Adam menambahkan, sejak awal turnamen ini terlihat meyakinkan karena diikuti oleh banyak SSB di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kepercayaan peserta kian kuat lantaran sertifikat juara yang diterima mencantumkan tanda tangan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, selaku pembina kegiatan.
“Sertifikat juaranya saja ditandatangani oleh Wakil Bupati Tangerang, Ibu Intan Nurul Hikmah, selaku pembina. Makanya kami percaya dengan event ini. Event biasa saja bisa komitmen, kenapa yang sebesar ini justru tidak ada kejelasan? Kami hanya meminta hak para juara diberikan dan ada penjelasan terbuka,” tegasnya.
Atas dasar itu, Adam mendesak Ketua DPC GRANAT Kabupaten Tangerang, Denny Setiawan, untuk memberikan klarifikasi transparan terkait dana hadiah yang belum dituntaskan.
Ketua Pelaksana Talangi Pakai Uang Pribadi
Sorotan juga tertuju pada Ketua Pelaksana kegiatan, Ipat Fatur. Di tengah kebuntuan masalah ini, Ipat terpaksa mengeluarkan uang pribadi demi memenuhi sebagian kewajiban kepada para pemenang.
Ipat membenarkan langkah tersebut diambil atas dasar beban moral, meski nominal yang diganti belum mampu menutupi seluruh total hadiah.
Ia mengaku sama sekali tidak memegang atau mengetahui pengelolaan anggaran turnamen.
“Saya bertanggung jawab karena ini terkait moral saya. Namun, mengenai anggaran, saya sama sekali tidak tahu karena seluruh dana ditransfer langsung ke rekening organisasi GRANAT,” ungkap Ipat.
Upaya Konfirmasi dan Kantor Sekretariat Kosong
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPC GRANAT Kabupaten Tangerang, Denny Setiawan, masih bungkam dan belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi.
Penelusuran di lapangan juga menunjukkan bahwa kantor sekretariat DPC GRANAT Kabupaten Tangerang—yang terdaftar di Peta Digital di Jalan Pemda Tigaraksa, Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa—saat ini hanya berupa ruko kosong tanpa penghuni.
Sikap tertutup dari pihak pengurus semakin memicu tanda tanya besar. Para peserta berharap Denny Setiawan dapat segera angkat bicara untuk memberikan kepastian pembayaran, menjelaskan keberadaan dana hadiah, serta alasan keterlambatan pencairannya.***