TANGERANG – Persoalan kerusakan fasilitas di Gedung Usaha Daerah (GUD) Kabupaten Tangerang menuai sorotan.
Selama kurang lebih tiga bulan, air PAM disebut terus mengalir akibat pipa saluran yang patah, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan permanen.
Kondisi tersebut diungkapkan Jajang, salah satu pemilik warung kantin di halaman parkir belakang GUD Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, air yang terus mengalir menyebabkan akses jalan menuju pintu parkir gedung tergenang.
“Kurang lebih sudah tiga bulan seperti ini. Pipanya patah dan air terus mengalir. Sampai sekarang belum diperbaiki,” ujar Jajang, Rabu (09/09/2026).
Pantauan di lokasi membenarkan adanya aliran air yang sangat kencang dan menimbulkan genangan air yang cukup luas di area parkir belakang tepatnya pas akses pintu masuk GUD.
Air terlihat mengalir kencang dari bagian saluran yang mengalami kerusakan dan kemudian memenuhi permukaan jalan.
Kondisi tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas pegawai, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan pengelola dalam melakukan pemeliharaan aset dan fasilitas milik pemerintah daerah.
Pasalnya, kerusakan yang berlangsung hingga berbulan-bulan semestinya tidak sulit untuk segera ditangani apabila telah diketahui oleh pihak pengelola.
Apalagi jika kebocoran tersebut berasal dari jaringan PAM yang menggunakan meteran. Air yang terus mengalir selama tiga bulan berpotensi menjadi pemborosan yang semestinya dapat dicegah sejak awal.
Ironisnya, fasilitas tersebut berada di lingkungan pemerintahan daerah. Publik tentu berhak mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan dan pemeliharaan fasilitas di GUD berjalan hingga kerusakan pipa dapat dibiarkan begitu lama.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui penyebab pasti patahnya pipa, kapan kerusakan pertama kali dilaporkan, serta siapa pihak yang bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang dan pengelola GUD didesak tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut. Jangan sampai air terus terbuang selama berbulan-bulan sementara perbaikan justru tak kunjung dilakukan.***