TANGERANG — Trofi Piala Bupati Cup U-17 2026 memang sudah menemukan pemiliknya. Kecamatan Panongan keluar sebagai juara setelah menundukkan Kecamatan Cisauk lewat drama adu penalti.
Namun, bagi pembinaan sepak bola Kabupaten Tangerang, pertandingan final di Stadion Indomilk Arena Sport Center, Kelapa Dua, Minggu (27/9/2026), bukanlah garis akhir.
Justru setelah turnamen berakhir, perburuan talenta muda dimulai.
Sedikitnya 80 pemain U-17 yang tampil sepanjang kompetisi kini masuk radar seleksi untuk diproyeksikan memperkuat tim U-17 Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, puluhan pemain tersebut akan kembali diseleksi. Dari sekitar 80 pemain, nantinya hanya 26 hingga 30 pemain yang akan dipilih untuk masuk skuad U-17 Kabupaten Tangerang dan menjalani pembinaan lanjutan.
“Ini hasil pembinaan yang akan segera kita tindak lanjuti. Ada sekitar 80 pemain yang sudah dipantau, kemudian akan diseleksi sehingga nantinya ada sekitar 26 sampai 30 pemain U-17 tingkat Kabupaten Tangerang yang akan terus dilatih,” ujar Maesyal.
Menurutnya, Piala Bupati Cup tidak semata-mata menjadi arena perebutan juara antarkecamatan. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang untuk melihat langsung potensi pemain muda yang selama ini berkembang di wilayah masing-masing.
Karena itu, Maesyal menegaskan pembinaan tidak boleh berhenti ketika kompetisi berakhir.
Para pemain terpilih nantinya akan mendapatkan program latihan secara berkelanjutan dengan melibatkan pelatih serta mantan pemain Persita.
“Kita persiapkan 26 sampai 30 pemain untuk menjadi tim U-17 Kabupaten Tangerang. Pembinaannya harus berkelanjutan. Pelatih akan kita cari, termasuk melibatkan mantan-mantan pemain Persita,” katanya.
Skema tersebut membuka jalur pembinaan yang lebih panjang bagi pemain muda Kabupaten Tangerang. Mereka tidak hanya berhenti pada kompetisi tingkat kecamatan, tetapi diarahkan untuk berkembang menuju level kabupaten dan, jika memenuhi kualifikasi, dapat melanjutkan karier ke level yang lebih tinggi.
Panongan Juara, Cisauk Runner-up
Di tengah agenda pencarian talenta tersebut, Kecamatan Panongan berhasil mengamankan gelar juara Piala Bupati Cup U-17 2026.
Panongan harus melalui pertandingan ketat menghadapi Kecamatan Cisauk pada partai final.
Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal 2×40 menit. Pemenang kemudian ditentukan melalui adu penalti.
Panongan akhirnya keluar sebagai juara, sementara Cisauk menempati posisi runner-up.
Maesyal mengapresiasi perjuangan kedua tim yang dinilainya menunjukkan persaingan kompetitif sepanjang laga final.
“Pertandingan sangat berimbang. Sampai 2×40 menit skornya 1-1 dan dilanjutkan dengan adu penalti. Alhamdulillah, Kecamatan Panongan menjadi juara. Tetapi Kecamatan Cisauk jangan kecil hati, karena ini merupakan persembahan luar biasa untuk Kecamatan Cisauk,” ujarnya.
Maesyal juga mengapresiasi dukungan seluruh camat, Ketua PSSI Kabupaten Tangerang, KONI, serta panitia yang telah mengawal kompetisi.
Dari U-10 hingga U-17, Kompetisi Diperluas
Ketua Pelaksana Piala Bupati Cup U-17 2026, Ahmad Chumaedi, mengatakan kompetisi berlangsung sekitar tiga pekan dan berjalan tertib serta sportif.
Menurutnya, keterlibatan para camat dalam mendukung tim di wilayah masing-masing turut memberikan dorongan bagi pelaksanaan kompetisi.
“Alhamdulillah Piala Bupati ini berjalan lancar, tertib, damai, sportif dan kondusif. Dukungan para camat luar biasa, termasuk Camat Pagedangan dan Camat Sukadiri yang terus membersamai panitia dan peserta,” ujar Ahmad.
PSSI Kabupaten Tangerang, kata dia, juga terus memperluas jenjang kompetisi usia muda.
Pada 2026, kompetisi telah menyentuh sejumlah kelompok umur, mulai U-10, U-12, U-13, U-15 hingga U-17.
Namun pembinaan tidak hanya menyasar sepak bola putra.
PSSI Kabupaten Tangerang mulai menyiapkan kompetisi sepak bola wanita yang direncanakan digelar pada 2027.
“InsyaAllah tahun 2027 kita akan melaksanakan kejuaraan sepak bola wanita. Dari sekarang sudah mulai kami persiapkan,” katanya.
Selain memperbanyak kompetisi, peningkatan kualitas pelatih juga menjadi bagian dari agenda pembinaan.
PSSI Kabupaten Tangerang berencana mendorong pelatih mengikuti kursus dan program peningkatan kompetensi agar proses pembinaan pemain berjalan lebih terarah.
“Pelatih harus berlisensi. Ini menjadi kepentingan kita bersama supaya proses pembinaan dan pelaksanaan kegiatan sepak bola semakin baik,” pungkasnya.
Dengan demikian, peluit panjang final Piala Bupati Cup U-17 2026 bukan sekadar menandai berakhirnya kompetisi.
Panongan memang membawa pulang trofi. Tetapi dari turnamen ini, Kabupaten Tangerang kini memiliki pekerjaan berikutnya: menyeleksi 80 talenta, menyaringnya menjadi 26–30 pemain, lalu membentuk fondasi baru tim U-17 Kabupaten Tangerang. ***