TANGERANG — Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) didorong tidak sekadar menjadi agenda tahunan atau seremoni organisasi kepemudaan.
Momentum tersebut harus mampu menjadi gerakan sosial yang membuat pemuda hadir dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukamulya, Arief Rahman Hidayat, yang akrab disapa Aden, menilai pemuda memiliki ruang besar untuk menjadi penggerak berbagai kegiatan sosial di wilayah Kecamatan Cikupa.
Menurutnya, BBKT menjadi momentum penting untuk membangun kepedulian yang tidak mengenal batas wilayah maupun kelompok.
“Karang Taruna bukan sekadar wadah berkumpulnya pemuda. Karang Taruna adalah rumah bagi mereka yang ingin berkontribusi tulus dan hadir secara nyata di tengah masyarakat,” ujar Aden.
Ia mengatakan, rencana kegiatan bantuan yang menyasar wilayah pilar Kecamatan Cikupa menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana pemuda dapat mengambil peran sosial.
Wilayah tersebut mencakup 12 desa dan 2 kelurahan. Dengan cakupan yang luas, BBKT diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial di satu titik, tetapi mampu membangun jejaring kepedulian sosial lintas wilayah.
“Melalui BBKT ini, kami ingin menanamkan kepedulian bahwa membantu dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan merupakan tanggung jawab kita bersama. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan manfaat bagi para penerima,” katanya.
Aden menegaskan, tantangan pemuda saat ini bukan hanya bagaimana membuat kegiatan, tetapi bagaimana memastikan keberadaan organisasi kepemudaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong semangat BBKT menjadi pemantik lahirnya berbagai kegiatan sosial yang berkelanjutan, bukan hanya dilakukan ketika momentum tertentu tiba.
“Kehadiran kita, sekecil apa pun bentuknya, akan menjadi harapan besar bagi mereka. Mari kita buktikan bahwa pemuda Kelurahan Sukamulya hadir, peduli, dan mampu menjadi pelopor kebaikan di tengah lingkungan kita,” tegasnya.
Menurut Aden, persoalan sosial di lingkungan masyarakat tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.
Pemuda, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan elemen masyarakat lainnya memiliki ruang untuk mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Karena itu, BBKT dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat kolaborasi tersebut.
“Semangat BBKT harus kita jadikan momentum untuk terus bergerak dan berbuat. Bukan hanya pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga setelahnya. Kepedulian sosial harus menjadi budaya yang tumbuh di lingkungan kita,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan yang dirancang di wilayah Kecamatan Cikupa tersebut dapat memperkuat solidaritas antarpemuda sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Semoga BBKT ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semua. Kami Karang Taruna Kelurahan Sukamulya siap mendukung dan bersinergi agar kegiatan ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” pungkas Aden.**