Fokus Kesehatan Mental, Sekolah Janji Baik Kolaborasi Dengan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana

TANGERANG-Sekolah Janji Baik berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana melalui pelaksanaan program pengabdian masyarakat bagi guru, orang tua, dan siswa pada Minggu (10/5/2026) lalu.

Mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui Kesejahteraan Psikologis”, kesehatan mental menjadi perhatian keduanya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya kesehatan mental guna menciptakan lingkungan belajar dan sosial yang lebih nyaman, sehat, serta suportif di era digital.

Program pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di SDN Perigi 02 Tangerang Selatan yang dibagi menjadi dua sesi kegiatan yang berlangsung bersamaan di ruangan yang berbeda, yaitu untuk guru dan orang tua serta untuk siswa.

Dengan pembagian sesi tersebut, kegiatan dapat berjalan dengan lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan peserta, baik dalam bentuk edukasi maupun dukungan psikologis.

Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Siti Lailatul Fauziyah, atau sering dipanggil Kak Zi, selaku Kepala Janji Baik.

Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir di hari Minggu tersebut dan berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang yang bermanfaat bagi semua.

“Hari ini kita akan mendengarkan beberapa materi dari Universitas Mercu Buana. Kami berharap teman-teman dapat menyampaikan apa yang selama ini menjadi pertanyaan dari materi yang disampaikan nanti,” ujar Kak Zi.

Pada sesi guru dan orang tua yang dihadiri oleh 27 peserta, para dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana menyampaikan dua materi utama, yaitu:

1. Berlatih Mindfulness oleh Fatma Nur Aqmarina, M.Psi., Psikolog— membahas pentingnya kesadaran penuh dalam mengelola emosi dan stres sehari-hari.

2. Mental Sehat, HP Aman: Rahasia Terhindar dari Kecanduan di Era Digital oleh Dian Misrawati, M.Psi., Psikolog, Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed,

3. Dra. Poerwaningroem Lestari Soeryowati, M.M Kom — membahas penggunaan smartphone secara bijak dan cara menjaga kesehatan mental di tengah kemajuan teknologi digital.

Secara bersamaan, sesi siswa yang dihadiri 39 peserta berlangsung di ruangan terpisah dengan pendekatan psikoedukatif yang interaktif. Dua materi disampaikan dalam sesi ini:

1. Implementasi Teknik Pomodoro sebagai Strategi Self-Regulated Learning untuk Mengurangi Distraksi Belajar oleh Ade Ubaidah, M.Psi., Psikolog — membahas strategi manajemen waktu belajar agar siswa lebih fokus dan efektif.

2. Memahami Resiliensi untuk Anak oleh Erna Multahada, S.Hi., S.Psi., M.Si — membantu siswa memahami pentingnya kemampuan bangkit dari kesulitan dan menghadapi tantangan dengan sikap positif.

Kegiatan ditutup dengan sambutan penutup dari Kak Syahroy sebagai Kepala Yayasan Janji Baik yang menyampaikan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Tanya jawab dan diskusi pada hari ini diharapkan dapat menjadi ruang berbagi insight, pengalaman, serta menambah wawasan baru bagi kita semua, khususnya terkait pentingnya kesejahteraan psikologis dalam dunia pendidikan,” kata dia.

“Semoga materi yang telah disampaikan dapat bermanfaat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih atas antusiasme dan partisipasi seluruh peserta, dan semoga di lain kesempatan kita dapat kembali dipertemukan dalam forum-forum yang positif dan bermanfaat seperti ini,” tutup Kak Syahroy.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari semua peserta, baik guru, orang tua, maupun siswa. Partisipasi aktif selama sesi diskusi dan pelatihan menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap pentingnya kesehatan mental dalam mendukung proses belajar dan kehidupan sosial.

Melalui kolaborasi ini, Sekolah Janji Baik dan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana berharap kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis.

Dengan meningkatnya pemahaman tentang pentingnya kesehatan mental, diharapkan akan lahir generasi yang lebih sehat secara emosional, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan mampu tumbuh secara maksimal di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. ***

Comments (0)
Add Comment