Tim Peduli Kota Tangerang Resmikan Tiga Masjid Pascabencana di Aceh

 

ACEH — Tim Peduli Aceh Sumatera Jawa Masyarakat Kota Tangerang meresmikan tiga masjid yang telah selesai direnovasi pascabencana banjir di Aceh, Rabu (6/5/2026).

Ketiga masjid tersebut yakni Masjid Babulfalah dan Masjid At-Taqwa di Desa Mananggini, Aceh Tamiang, serta Masjid Madinah Japakeh di Pidie Jaya.

Peresmian ini menjadi bagian dari program bantuan renovasi 12 masjid yang dilakukan masyarakat Kota Tangerang melalui kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang, MUI, BAZNAS, dan PPPA Daarul Qur’an.

Meski baru diresmikan secara langsung pada Mei 2026, proses renovasi ketiga masjid tersebut sebenarnya telah selesai sebelum bulan Ramadhan lalu. Dengan selesainya renovasi lebih awal, masyarakat sudah dapat kembali menggunakan masjid untuk pelaksanaan Shalat Tarawih hingga Shalat Idul Fitri tahun ini.

Kunjungan Tim Peduli ke Aceh kali ini selain untuk meresmikan masjid juga sekaligus melakukan peninjauan lapangan terhadap kondisi masyarakat yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana banjir.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuaibun Anwar, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Tim Peduli Kota Tangerang atas kepedulian terhadap masyarakat Aceh pascabencana.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Kota Tangerang yang telah membantu renovasi masjid-masjid terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat terdampak, namun menjadi bukti nyata kepedulian warga Kota Tangerang untuk Aceh.

“Bantuan ini mungkin belum seberapa dibanding kebutuhan masyarakat, tetapi inilah bentuk cinta dan kepedulian masyarakat Kota Tangerang untuk saudara-saudara kami di Aceh,” katanya.

Hal senada disampaikan Datuk Penghulu Kampung Mananggini, Moh. Jali, mengungkapkan rasa haru dan syukur atas selesainya renovasi masjid di wilayahnya. Ia mengenang kondisi masjid usai diterjang banjir yang sangat memprihatinkan.

“Waktu kejadian banjir, kondisi masjid sangat parah. Untuk masuk saja rasanya berat karena kerusakan begitu besar. Lumpur menimbun masjid sampai sekitar satu meter dan kami tidak tahu harus mulai renovasi dari mana,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan renovasi tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat agar kembali dapat beribadah dengan nyaman.

Ketua Tim Peduli, Ika Lestari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masjid yang diresmikan merupakan bagian dari 12 masjid yang direnovasi melalui bantuan masyarakat Kota Tangerang.

“Ini bukan hanya tentang bangunan masjid, tetapi juga tentang menghadirkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit pascabencana,” katanya.

Anwar Sani selaku Bendahara Tim sekaligus Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara menyampaikan bahwa di balik musibah selalu ada hikmah dan pelajaran besar tentang persaudaraan.

“Tanpa adanya bencana ini, mungkin kami tidak sampai ke sini dan tidak bertemu langsung dengan masyarakat Aceh. Musibah ini mempertemukan banyak hati untuk saling peduli dan membantu,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Peduli juga menemukan masih banyak persoalan masyarakat penyintas yang belum sepenuhnya terselesaikan, mulai dari kebutuhan hunian, pendidikan, hingga pemulihan pesantren dan madrasah terdampak banjir.

Karena itu, Tim Peduli memastikan akan kembali menyalurkan bantuan lanjutan untuk masyarakat penyintas sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemulihan Aceh pascabencana.

Peresmian tiga masjid tersebut berlangsung penuh haru dan rasa syukur dari masyarakat setempat. Kehadiran Tim Peduli Kota Tangerang tidak hanya membawa bantuan renovasi bangunan, tetapi juga menguatkan semangat kebersamaan dan solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana. ***

Comments (0)
Add Comment