TANGERANG — Persoalan kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, tak hanya menyisakan tagihan Rp12,5 juta kepada sejumlah vendor.
Seorang mantan Kasi juga mengaku dipermalukan setelah seragam olahraga dan tenda kegiatan disebut “buluk” oleh Camat Jambe, Tatang Suryana, S.STP., M.Si.
Menurut pengakuannya, ucapan tersebut dilontarkan di hadapan sejumlah Kasi dan staf yang tengah berkumpul di warung kantin belakang kantor kecamatan.
Ia mengaku merasa sangat tidak dihargai karena perkataan itu disampaikan di depan rekan-rekan kerjanya, terlebih dirinya telah mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang sejak 1993.
“Saya malas komunikasi dengan beliau. Bahasa dan intonasinya enggak enak didengar. Saya ini orang tua yang sudah mengabdi di Kabupaten Tangerang sejak 1993. Kok enggak ada rasa menghargai sekali,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.
Ia mengatakan telah lima kali menangani kegiatan HUT RI di Kecamatan Jambe dengan tiga kali pergantian camat.
Menurutnya, kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya berjalan lancar tanpa persoalan serupa.
“Tidak pernah ada masalah selama ini. Alhamdulillah selalu lancar dan sukses. Di periode tahun ini menyakitkan buat saya,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menyebut sisa tagihan kegiatan HUT RI sebesar Rp12,5 juta masih belum terselesaikan kepada sejumlah vendor.
Ia berharap Camat Jambe turut membantu menyelesaikan kewajiban tersebut agar persoalan tidak terus membebaninya setelah memasuki masa pensiun.
Ia merinci, tagihan yang masih tersisa antara lain biaya makan anggota Paskibraka sekitar Rp7 juta dan tagihan kaos gerak jalan sekitar Rp1,6 juta. Menurut pengakuannya, pembayaran kepada vendor kaos telah beberapa kali dicicil.
Hingga kedua kalinya berita ditayangkan, Camat Jambe Tatang Suryana belum memberikan tanggapan atas konfirmasi wartawan. Hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi yang bersangkutan.***