Materi Seleksi Bawaslu Banten Dinilai Bikin Pening Peserta

PANDEGLANG – Sejumlah peserta seleksi calon anggota Bawaslu Banten meminta tim panitia seleksi (Pansel) untuk tidak terpaku terhadap hasil tes tulis menggunakan metode sistem Computer Assisted Test (CAT). Soalnya, materi yang diujikan tidak berkaitan dengan kepengawasan tentang pemilu. Tim pansel juga harus lebih selektif menentukan calon yang lulus karena peserta yang mendaftar banyaknya calon Aparatur Sipil Negara (ASN) dan komisioner KPU.

Salah satu calon anggota Bawaslu Banten, Dede Sulaeman menyatakan, pada saat dirinya mengikuti tes banyak pertanyaan diluar prediksi. Sehingga Dede berharap agar tim pansel lebih selektif dalam menentukan siapa calon yang seharusnya lolos tes.

“Materi soalnya, bikin pening. Banyak pertanyaan diluar kontek pengawasan. Jadi saya berharap hasil tes CAT tidak jadi bahan rujukan,” terang Dede dihubungi melalui ponselnya di Pandeglang, siang tadi.

Selain materi tes, dijelaskan mantan ketua Panwascam dan PPK Kecamatan Saketi ini, bahwa calon yang mendaftar menjadi Bawaslu juga kebanyakan dari kalangan ASN serta Komisioner KPU. Dia meminta agar tim pansel lebih profesional dalam menentukan calon anggota terpilih sesuai kemampuan calon. Jangan sampai muncul isu akibat adanya kedekatan peserta bisa lolos.

“Integritas ASN serta komisioner harus dipertanyakan. Sebelumnya mereka sudah bersumpah negara siap bekerja dimanapun dan kondisi apapun. Tapi saat ada peluang para ASN itu seolah lupa akan janjina dan ikut peruntungan. Kami harap ini juga jadi pertimbangan,” paparnya.

Salah seorang peserta tes lainnya, yang enggan disebutkan namanya menuturkan, pihak tim pansel harus jeli menentukan siapa calon anggota yang lulus karena tes CAT diluar prediksi.

“Yang harus diuji sebenarnya ada pemahaman calon peserta akan kepengawasan bukan diuji pengetahuan HAM atau hal-hal yang tidak ada kaitan langsung dengan pengawasan. Wajar kalau hasil tes kemarin hasilnya banyak yang jeblok. Mereka yang bernilai bagus pun bisa saja hanya faktor kebetulan mengklik jawaban yang benar,” katanya.

Perlu diketahui berdasarkan hasil tes CAT, psikotes dan kesehatan. Dari 79 peserta tes Bawaslu akan dikerucutkan menjadi 12 orang yang akan diumumkan pada 15 Agustus 2017 mendatang. Setelah itu, peserta akan mengikuti tes wawancara oleh tim pansel untuk diambil 6 orang untuk uji kelayakannya oleh Bawaslu RI sebelum akhirnya diputuskan 3 peserta yang lolos atau jadi komisioner Bawaslu Banten periode 2017-2021. (*)