Iklan Banner

Mahasiswa Tagih Janji Politik WH-Andika

DPRD Kota Serang HPN

SERANG – Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 (KMS30) kembali gelar aksi menagih janji Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy. Aksi yang digelar di Jalan Jendral Soedirman, Ciceri Kota Serang, tepatnya di depan Kampus UIN SMH Banten menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tuntaskan janji politiknya.

Koordinator Umum KMS30, Fikri mengatakan Provinsi Banten masih banyak persoalan yang belum dituntaskan oleh WH-Andika, seperti timpangnya pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan soal pengangguran.

“Mengingat setahun kedepan masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur akan selesai, kami menilai kinerja WH-Andika yang bertanggung jawab atas suksesi Rancangan Perencanaan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) masih jauh panggang dari api. Unsur terpenting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ialah pendidikan dan kesehatan,” ujarnya di sela-sela aksi, Jum’at (9/4/2021).

Fikri mengatakan, Provinsi Banten sebagai daerah yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) nya sampai kapanpun dinilai akan kepayahan untuk meningkatkan kemakmuran bagi warganya, apabila akses pendidikan yang masih pincang.

“Menderitanya kesejahteraan bagi guru honorer serta fasilitas maupun insentif bagi tenaga kesehatan yang belum sentosa. Sejauh kami memandang kinerja WH-Andika, pengembangan pendidikan dan kesehatan di Provinsi Banten lebih timpang yang menepikan akses keduanya di tingkat kecamatan dan desa,” katanya.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

Pihaknya menuturkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Banten berada di posisi kedua sebagai daerah yang menyumbang pengangguran terbanyak se-nasional.

“Beberapa tahun belakangan, satu-satunya prestasi WH-Andika hanya pengangguran. Sedangkan, teramat banyak pabrik di Provinsi Banten yang semestinya mampu menanggulangi kesenjangan demikian itu. Lebih-lebih, wabah pandemi Covid-19 memperkeruh situasi ekonomi rakyat Provinsi Banten,” tuturnya.

Beberapa bulan lalu, kata Fikri, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna kemaslahatan, justru Pemda mengalokasikannya demi pembangunan Sport Center.

“Apakah suksesi RPJMD lebih krusial ketimbang mengakomodasi ekonomi rakyatnya? Sekali lagi, mesti diingat bahwa setahun kedepan masa jabatan WH-Andika akan selesai,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ambisi pembangunan sekolah sebanyak 2.016 ruang kelas baru dan 168 unit sekolah untuk jenjang SMA dan SMK yang belum tercapai.

“Meningkatnya 0.71 persen atau bertambah 81.650 ribu orang, angka putus sekolah untuk anak usia sekolah di Provinsi Banten masih sangat tinggi mencapai 50 persen. Di tahun 2019 tercatat sebanyak 312.000 anak usia sekolah antara 16 sampai 18 tahun di wilayah Provinsi Banten tidak bersekolah,” tukasnya. (*/Roel)

DPRD Kab Serang HPN
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien