Diduga Kekurangan Obat, Organisasi Ini Gelar Open Donasi untuk RSUD Berkah Pandeglang
PANDEGLANG – Penggalangan dana untuk aksi kemanusiaan dilakukan sekumpulan Warga Masyarakat Kabupaten Pandeglang yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Peduli RSUD Berkah Pandeglang (GEMPUR).
Menurut keterangan yang terhimpun, Open donasi ini dilakukan atas dasar kepedulian masyarakat terhadap lemahnya pelayanan medis dan maraknya kasus keterbatasan obat generik di RSUD Berkah Pandeglang yang banyak menimbulkan dampak kekecewaan masyarakat selaku pasien.
Ilham. H, selaku korlap open donasi mengatakan bahwa dirinya bersama beberapa rekan lainnya akan melaksanakan penggalangan dana, tepatnya di depan RSUD Berkah Pandeglang, Jalan Raya Labuan KM. 05 Kadu Lisung – Pandeglang.
“Ini semata bentuk kemanusiaan dan atas dasar kepedulian Kami Gerakan Masyarakat Peduli RSUD (GEMPUR), yang mana harapan kami sebagai masyarakat, khususnya Pandeglang memiliki kepedulian terhadap Pemerintah Daerah Pandeglang, dalam hal RSUD Berkah Pandeglang, yang diduga akhir-akhir ini disinyalir lemah dalam sebuah pelayanan Pasien,” jelas Ilham. H, saat di konfirmasi, Selasa, (21/12/2021).
Dirinya kembali menambahkan bahwa tidak sebatas itu, sebab berdasarkan pengakuan masyarakat yang kerap ditemukan, selalu memberikan keterangan-keterangan yang menyebutkan buruknya pelayanan RSUD Berkah Pandeglang.
“Dana yang terkumpul ini kami akan serahkan kepada pihak pimpinan RSUD Berkah, guna untuk membantu membeli kekurangan obat generik,” tandasnya.
Ilham Kamil, salah satu masyarakat yang ikut berdonasi, menyampaikan aspirasi kepada para penggiat donasi.
“Ibu Bupati dan para Dewan Pengawas RSUD yang terhormat, jangan tutup mata dan telinga soal kasus ini, jangan membiarkan kami masyarakat yang turut menjadi korban,” ujarnya.
Di tempat terpisah Ketua komisi IV DPRD Pandeglang Habibi Arafat saat dikonfirmasi akan segera memanggil pihak RSUD Berkah.
“Kami akan segera memanggil Dirut RSUD Berkah Pandeglang beserta jajarannya untuk meminta klarifikasi kaitan dengan kelangkaan obat, dan kami akan mencoba untuk mengurai sebenarnya apa yang terjadi sehingga obat itu langka, apakah dari sisi penganggaran ataukah memang dari manajemennya, dan saya akan coba menyampaikan lebih detil setelah pertemuan dengan pihak Rumah Sakit,” pungkasnya. (*/Red)

