Wisata Anyer

Pemprov Banten Tingkatkan Pemahaman Tim Penyusun Laporan Keuangan Setiap OPD

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten akan terus meningkatkan kualitas kinerja birokrasi untuk mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2016 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Nandy Mulya mengatakan, setelah perolehan opini tersebut ada satu tugas yang sangat berat, dengan beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh elemen Pemerintahan Provinsi Banten.

Baca Juga : Mulai Jumat Depan Pemprov Canangkan ‘Banten Bebersih’

“Oleh karena itu, kita perlu terus menerus meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, diantaranya melalui peningkatan pemahaman para penyusun laporan keuangan di masing-masing OPD maupun BPKAD selaku PPKD,” ujarnya saat membuka Bimbingan Tekhnis Pelaksanaan Akuntansi Angkatan II dan Sosialisasi Regulasi Akuntansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, Rabu (19/7/2017).

Sebagaimana telah diketahui, lanjut, Nandi mengungkapkan, semester I telah berakhir dan Pemprov Banten mempunyai kewajiban untuk menyusun laporan realisasi semester I dan prognosis semester II sebagaimana amanat pasal 290 Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Laporan semester I dan prognosis semeter II ini akan digunakan oleh tim anggaran pemerintah untuk menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menyusun APBD Perubahan tahun anggaran 2017,” katanya.

Disamping itu, tambah Nandy, laporan keuangan semester I juga bermanfaat sebagai persiapan dalam rangka penyusunan laporan keuangan akhir tahun. Dengan harapan, dapat diidentifikasi lebih awal permasalahan-permasalahan dalam penyusunan LKPD sehingga tidak menumpuk akhir tahun.

“Karena itu, kegiatan ini memiliki peran penting dan perlu diikuti dengan penuh perhatian dan konsentrasi,” ungkapnya.

Sementara itu, sambung Kepala Bidang Akuntansi Nugraha menjelaskan, kegiatan ini mempunyai pengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah, karena kegiatan ini bisa menambah pemahaman tentang penyusunan laporan semester I dan prognosis semester II

“Keberhasilan penyusunan laporan prognosis dan semester I dipengaruhi oleh kemampuan pelaksana akuntansi yang terlibat di dalamnya untuk memahami tentang akuntansi itu sendiri serta kaitan dengan pelaksanaan tugasnya. Oleh karena itu ini dipandang perlu,” pungkasnya. (*)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien