PHRI Banten Sebut Pantai Anyer-Cinangka Aman Dikunjungi Wisatawan

SERANG – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, GS. Ashok Kumar, menyatakan bahwa sampai hari ini, kawasan wisata Pantai Anyer – Cinangka aman untuk dikunjungi wisatawan. Walaupun saat ini terdapat Erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hal itu disampaikan oleh GS. Ashok Kumar selaku Ketua PHRI Banten saat diwawancarai pada sabtu (16/12/2023).
Ashok Kumar mengatakan, bahwa memang setiap hari Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi atau letusan yang masih berskala kecil, karena Pulau Jawa – Sumatra itu berada pada posisi jalur “Cincin Api” Atau “Ring of Fire”.
“Justru kalau erupsi setiap hari, itu pertanda baik, karena setiap hari ada magma yang keluar, sehingga tidak tersumbat dan menumpuk di dalam. Kalau diam, dan tidak memuntahkan magmanya, itu Gunung Anak Krakatau bisa mengalami erupsi dengan skala besar seperti dahulu, yang sampai Pulau Jawa dan Sumatra,” kata Ashok Kumat, Sabtu (16/12/2023).
“Jadi, erupsi sekarang itu aktivitas vulkanik yang biasa, dan kami menyatakan sampai saat ini masih aman, bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata Pantai Anyer – Cinangka,” imbuhnya.

Namun demikian, Ashok Kumar menegaskan, dirinya dan PHRI tidak bisa memprediksi tepat kapan terjadinya bencana alam.
“Untuk sampai saat ini itu tidak ada yang bisa memprediksi terjadinya bencana alam, apalagi Gunung meletus dengan skala besar dan tsunami. Kami belum bisa prediksi, belum ada alat untuk prediksi akan gempa, masih skala ramalan cuaca, tapi ketika peristiwa tersebut terjadi. Bencana alam itu takdir Tuhan, milik Tuhan, Tuhan yang menentukan dan Tuhan yang mengetahui kapan bencana tersebut akan terjadi. Kami pastikan sekali lagi bahwa sampai saat ini tempat wisata masih aman, dan kami juga sudah persiapkan untuk mitigasi bencana, sudah ada tempat untuk evakuasi,” jelas Ashok.
Untuk saat ini juga, Pemerintah Daerah Kabupaten Serang mengatakan bahwa kawasan wisata Pantai Anyer – Cinangka masih aman untuk dikunjungi.
Mengingat hal itu, GS. Ashok Kumar dan anggota PHRI yang lain, tetap membuka tempat wisata guna mendukung perekonomian warga setempat.
“Belum ada himbauan untuk menutup. Kecuali nanti ada larangan atau himbauan dari pemerintah. Disini juga kita kan memikirkan masyarakat yang hidup disini, di pesisir, yang mata pencahariannya dari tempat wisata,” tegasnya.
“Kita gak bisa jamin tidak terjadi bencana tapi yang perlu diingat kita disini rata-rata hotel dan restoran ada asuransinya,” pungkasnya.
“Pihak hotel sepanjang pesisir berbenah terus dari 3P, Produknya, Pelayanannya, dan Pengelolaanya agar dapat terwujud saat moment of truth di lokasi, dapat memenuhi customer satisfaction,” ucap Ashok menambahkan. (*/Hery)

