Tembok Pagar SDN 2 Ciruas Ambruk, 4 Orang Luka-luka

SERANG – Tembok pagar belakang sekolah dasar negeri 2 Ciruas setinggi 180 cm rubuh dan menimpa 4 warga yang mengakibatkan korban mengalami luka.

Peristiwa tersebut terjadi menjelang upacara bendera di SDN 2 Ciruas, sekitar pukul 07.00 Senin, (11/11/2024) pagi.

Kapolsek Ciruas AKP Cuaib membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan korban saat ini sudah ditangani untuk melakukan pengobatan.

“Jam 07.00 WIB masyarakat ada yang berdagang di dekat tembok belakang, entah apa penyebabnya mungkin tembok itu ada yang menggoyang atau kena, sehingga roboh menimpa warga menimpa warga yang jualan di sekitar,” ucap Cuaib kepada Fakta Banten di lokasi kejadian.

“Semuanya sempat berobat ke Rumah Sakit Hermina namun hasil mungkin pemeriksaan dokter atau perawat di mereka sudah diizinkan semua untuk pula untuk berobat jalan,” tambahnya.

Sementara itu pengawas SDN 2 Ciruas Mustofa mengatakan sebelumnya pihak sekolah telah berinisiatif untuk memperbaiki tembok yang miring tersebut pada bulan April 2024.

“Sebelumnya kepala sekolah memberitahukan bahwa keadaan pagar sekolah miring, dari situ kemudian masyarakat, beserta komite dan paguyuban inisiatif awalnya itu untuk merehab pagar, dan diadakan musyawarah saat itu, ada salah satu seorang wali murid yang tidak setuju bahkan kesepakatan tersebut gagal,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mustofa mengatakan soal adanya pedagang yang menjadi korban tertimpa tembok bangunan, itu terjadi di luar lingkungan sekolah dan tidak pernah memberikan ijin dari pihak sekolah dan dari yang punya lahan.

“Para pedagang itu kan di luar sekolah  pedagangnya di luar halaman sekolah kalau pedagang yang resmi ada di dalam sekolah kan gitu nah itupun tanpa izin dari pihak sekolah dan tanpa izin dari yang punya lahan,” ujarnya.

Lanjut Mustofa, pihak sekolah telah memberikan himbauan kepada para pedagang untuk tidak berjualan, dikarenakan tembok yang memiliki panjang sekitar 30 meter tersebut miring dan hampir rubuh.

“Pihak sekolah sudah memperingatkan bahwa jangan berjualan di luar sekolah khawatir anak-anak itu, termasuk juga yang punya lahan sudah melarang jangan sampai berjualan di sini karena apa kondisi pagar sudah memprihatinkan,” ucapnya.

Meski begitu, dirinya mengatakan pihak sekolah sudah memberikan bantuan kepada korban yang memiliki

“Pihak sekolah ala kadarnya memberikan bantuan lah untuk sekedar berobat,” ucapnya. (*/Fachrul)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien