BPS Banten Sebut Minyak Goreng Alami Kenaikan Tiap Bulan di Tahun 2024

SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat komoditas minyak goreng setiap bulannya terus mengalami kenaikan sepanjang tahun 2024.
Dalam publikasi materi BPS, pada awal Januari di tahun 2024, harga rata-rata minyak goreng menyentuh Rp 17.000.
Terakhir di bulan Desember tahun kemarin, harga rata-rata minyak goreng naik Rp 1.500 menjadi Rp 18.500 dengan andil atau menyumbang inflasi sebesar 0,14 % yoy.
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar menuturkan, selain minyak goreng, emas perhiasan, rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), kopi bubuk dan nasi dengan lauk konsisten mendorong terjadinya inflasi secara yoy.
“Perkembangan harga-harga komoditas penyumbang utama andil inflasi, hampir semuanya tak bisa ditangani oleh tim pengendali inflasi daerah,” ujarnya dalam siaran resmi BPS secara virtual dari kantor BPS Provinsi Banten, Kamis, (2/1/2025).

“Contohnya emas perhiasan dari Januari sampai Desember 2024 memberi grafik yang cenderung meningkat. Emas dan kopi bubuk kemungkinan terkait dengan perdagangan luar negeri, SKM, begitu juga minyak goreng, terus mengalami kenaikan,” sambungnya.

Di pihak yang sama, Ketua Tim Kerja Statistik Distribusi dan Harga BPS Banten, Bambang Widjonarko menuturkan, minyak goreng cenderung mengalami kenaikan disebabkan masuk dalam komoditas strategis.
“Komoditas bahan makanan yang masuk kategori strategis yang memang diikhtiarkan oleh teman-teman di TPID untuk diturunkan. Tetapi ternyata harganya masih tetap tinggi, lebih tinggi dari harga yang eceran tertinggi ataupun harga curah dari pemerintah,” ujarnya.
Bambang bilang, kecenderungan naiknya harga minyak goreng tak bisa disebut sebagai kegagalan TPID dalam menjaga harganya di Banten. Naiknya minyak goreng disebabkan oleh aturan pemerintah pusat sebagai pengendali harga melalui pembatasan stok.
“Itu tidak juga berarti bahwa teman-teman tidak berhasil sebetulnya, karena memang pasokannya yang tidak sebanyak periode sebelumnya. Instrumen yang dimainkan oleh pemerintah untuk menjaga harga minyak goreng adalah pasokan minyak kita,” tukasnya. (*/Ajo)

