Pengurus Koperasi SMP Madinatul Hadid Bantah Pungutan kepada Pedagang di Taman Masjid Al Hadid

CILEGON – Pengurus Koperasi Al Hikmah SMP Madinatul Hadid, Ahmad Farid, membantah tuduhan bahwa Yayasan Al Hadid menerima uang dari para pedagang yang berjualan di Taman Masjid Al Hadid.
Sebelumnya Taman tersebut telah dibongkar dan ditertibkan oleh Satpol PP Kota Cilegon pada Selasa, 25 Februari 2025 akibat banyaknya aduan yang mensinyalir tempat tersebut dijadikan tempat prostitusi dan jualan miras.
Farid menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya pungutan Rp200 ribu untuk sewa tempat bagi pedagang di area taman.
Menurutnya, koperasi hanya menaungi lima pedagang yang ditempatkan di dekat gerbang sekolah.
Sementara itu, pedagang lain yang berjualan di taman merupakan pedagang liar yang kerap menimbulkan masalah ketertiban.
“Pedagang di bawah Koperasi hanya lima orang, dan itu pun sudah ada sebelum taman dibangun. Mereka tidak kontrak, hanya memberikan sumbangan untuk kebersihan dan membantu marbot masjid yang berjaga malam,” jelas Ahmad Farid, Rabu, (26/2/2025).
Farid juga mengaku tidak mengetahui pihak mana yang memungut uang sewa dari pedagang yang berjualan dilokasi tersebut, karena pihaknya hanya bertanggungjawab kepada lima pedagang saja.
“Kami tidak tahu siapa yang melakukan pungutan. Bahkan, pemasangan listrik di sana juga tidak kami ketahui. Yang ditertibkan itu berada di luar sekolah dan yayasan,” imbuhnya.
Ahmad menjelaskan bahwa pada 2016, Taman Al Hadid dikelola oleh Pemerintah Kota Cilegon. Namun, seiring waktu, taman tersebut terbengkalai dan dipenuhi pedagang liar.
Selain itu, taman juga diduga menjadi tempat aktivitas yang meresahkan, seperti mabuk-mabukan, prostitusi, dan transaksi narkoba.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
“Awalnya kami senang karena taman dikelola dengan baik, tapi lama-kelamaan malah jadi ramai, kumuh, dan tak terurus,” ungkapnya.
Setelah penertiban, Ahmad berharap kawasan tersebut tidak kembali kumuh dan menjadi sumber masalah sosial.
“Setelah dibersihkan, kami ingin tahu bagaimana kelanjutannya. Jangan sampai setelah ini malah kembali seperti dulu,” pungkasnya. (*/Ika)


