Iklan Banner

Diduga Terdampak Kasus Dugaan Korupsi Pertamina Pusat, BBM di Lebak Tidak Baik Baik Saja

Dedi Haryadi HUT Gerindra

 

LEBAK – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Sejumlah pengendara motor dan mobil harus rela antre panjang atau bahkan pulang dengan tangan kosong karena kehabisan stok BBM.

Kelangkaan ini memicu spekulasi di tengah warga, terutama setelah mencuatnya dugaan keterkaitan kondisi ini dengan kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah oknum dalam distribusi energi.

Sejumlah pihak menduga ada dampak dari kasus tersebut terhadap rantai pasokan BBM di wilayah Lebak.

Pantauan di beberapa SPBU di Lebak menunjukkan antrean kendaraan yang mengular. Beberapa SPBU bahkan terpaksa menutup layanan karena stok BBM habis.

Kemudian, ada juga yang sudah berbulan-bulan tutup tapi baru bukan kembali.

Yahi, seorang warga di Kecamatan Warunggunung, mengaku sudah dua hari kesulitan mendapatkan BBM untuk operasional kendaraannya.

“Kalau tidak salah sudah satu minggu tutup, jadi sistemnya satu hari buka, terus tutup lagi. Tapi sekarang kosong. Kalau ada pun harus antre panjang, dan itu belum tentu kebagian. Kalau begini terus, bagaimana kami bisa bekerja,” kata dia kepada Fakta Banten, Jumat (28/2/2025).

Agil HUT Gerindra

Senada dengan Yahi, Rina (32), seorang ibu rumah tangga, juga mengungkapkan keresahannya karena sulit mendapatkan pertalite untuk kendaraan pribadinya.

“Sebetulnya ada, bukan langka sih ya kayanya terbatas, cuman suka sulit kalau cari pertalite, paling ada pertamax dengan harga mahal, kan kasian masyarakat kecil,” ujar Rina.

Sementara itu, saat Fakta Banten berusaha untuk mengonfirmasi kepada pihak SPBU di Kecamatan Warunggunung, pimpinan tidak sedang di kantor namun ada karyawan yang menyambut.

“Bukan karena kasus korupsi, emang keuangan kantor kayanya yang sedang tidak baik-baik saja, pak Direktur sedang keluar,” singkatnya.

Beberapa pengamat energi menilai bahwa gangguan distribusi BBM di Lebak bisa saja memiliki keterkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang tengah menjadi sorotan.

Meski belum ada pernyataan resmi yang menghubungkan keduanya, banyak pihak mendesak agar ada transparansi lebih lanjut mengenai rantai pasokan BBM di daerah.

“Pemerintah dan Pertamina harus memastikan bahwa distribusi BBM berjalan lancar dan baik,” ucap Budi seorang pengamat ekonomi di Lebak.

Di tengah kelangkaan atau keterbatasan ini, warga berharap agar pasokan BBM segera kembali normal.

Jika kondisi ini terus berlarut-larut, dikhawatirkan akan berdampak lebih luas, terutama pada sektor transportasi dan ekonomi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi BBM. (*/Sahrul).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien