Iklan Banner

Bupati Hasbi Ajak DPRD Lebak Wujudkan Pembangunan Inklusif, Soroti Respon Lambat OPD

Pandeglang Gerindra HUT

 

LEBAK– Dalam suasana rapat paripurna yang sarat makna, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan pentingnya kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam menyusun arah pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.

Hal itu disampaikannya saat penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD Tahun Anggaran 2025-2029 yang berlangsung di Gedung DPRD Lebak.

Bupati Hasbi menekankan, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam merancang dan melaksanakan pembangunan.

Dukungan dan sinergi dengan DPRD serta partisipasi masyarakat adalah fondasi utama untuk membangun Lebak yang maju dan inklusif.

“Saya mengetuk hati semua pihak, khususnya para anggota DPRD, agar kita bersama-sama merancang masa depan Lebak dengan penuh tanggung jawab dan semangat kolaboratif,” ujar Hasbi dalam keterangan yang diterima Fakta Banten, Kamis (1/4/2025).

Dalam forum tersebut, Bupati Hasbi juga mengulas kondisi fiskal daerah yang masih sangat bergantung pada transfer dana dari pusat, dengan 81,5 persen APBD Lebak bersumber dari dana alokasi pusat.

Bahkan, dana dari specific grant dan DAK fisik tahun ini sebesar Rp32 miliar telah ditarik kembali oleh pemerintah pusat.

Agil HUT Gerindra

“Kondisi ini menjadi tantangan serius, tapi juga memacu kami untuk tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Siliwangi, Insinyur Juanda, Syah Nawawi, dan Bakti Manunggal akan tetap dilanjutkan sesuai arahan Inpres Nomor 1 Tahun 2025,” paparnya.

Selain membahas substansi RPJMD, Bupati Hasbi juga menyambut baik masukan dari DPRD mengenai lambatnya respon dari sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia mengingatkan para kepala OPD untuk tanggap dan terbuka terhadap laporan masyarakat.

“Jika ada aduan atau laporan yang tidak segera direspons, jangan ragu laporkan langsung ke saya. Pemerintah harus hadir dengan cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tapi turut menjadi pelaku dalam pembangunan Lebak.

Melalui RPJMD 2025-2029 yang tengah disusun, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap lahir arah pembangunan yang menyentuh kebutuhan riil warga.

Kolaborasi dan keterbukaan menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar bermanfaat.

Bupati Hasbi pun kembali menegaskan bahwa pembangunan bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama yang harus dijaga komitmennya. (*/Sahrul).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien