Pemprov Banten Pertimbangkan Adopsi Kebijakan Dedi Mulyadi Soal Anak Nakal Masuk Barak Militer
SERANG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membuka peluang untuk mengadopsi kebijakan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menangani pembinaan anak nakal masuk Barak Militer.
Kendati demikian, tak semua kebijakan bagus bakal diadaptasi. Penerapan kebijakan ini perlu disesuaikan dengan karakteristik atau kultural masyarakat Banten.
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah menegaskan, bahwa tidak semua kebijakan dari luar akan langsung diadopsi tanpa adanya tahapan evaluasi.
Ia menilai, kebijakan yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi, merupakan kebijakan yang bagus. Akan tetapi, hal itu belum tentu dapat semuanya diadopsi, diterapkan langsung di Banten.
“Pada dasarnya kebijakan yang bagus tentu akan kita contoh, dan kebijakan yang kurang, kita nggak. Karena kan ada juga KDM (Desi Mulyadi) yang bagus, ada juga yang kurang menurut kami,” kata Dimyati, Selasa, (6/5/2025).

Dimyati menjelaskan, terkait kemungkinan adaptasi kebijakan pembinaan terhadap anak-anak yang bermasalah, ia mengaku bakal menekankan pada pentingnya pelibatan orang tua terlebih dahulu dalam proses tersebut.
Pendekatan di Banten, kata dia, akan mengutamakan peran keluarga sebagai fondasi pembinaan bagi anak-anak yang nakal.
“Menurut saya, kita separuh-separuh aja ya kalau untuk itu. Kita melihat kepada pengembangan bagaimana orang tuanya melakukan yang namanya pembinaan,” ujarnya.
“Tapi kalau nanti tindakan yang dilakukan oleh si anak ini sudah berlebihan, maka baru kita minta izin orang tuanya untuk apakah yang bersangkutan ini bisa kita berikan pelatihan,” sambungnya.
Terakhir, Pemprov Banten, katanya, tetap membuka ruang untuk melakukan tindakan lebih lanjut jika memang dibutuhkan, dengan catatan harus ada persetujuan dari orang tua anak tersebut.
“Bisa kita pertimbangkan. Tapi kalau kita di Banten ini ya itu tadi, lebih kepada pembinaan terhadap orang tuanya. Kecuali memang orang tuanya meminta kepada kita untuk anaknya dibina, baru mungkin kita bisa lakukan, kita simpan ke Kopassus aja nanti,” tukasnya. (*/Ajo)


