Warga Lebak Hobi Bangun Jalan Secara Swadaya, Apa yang Mendorong Mereka?
LEBAK– Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah untuk infrastruktur daerah, warga Kabupaten Lebak, khususnya di kawasan wisata Jalan Raya Leuwidamar-Ciboleger, Kabupaten Lebak justru menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa.
Mereka bahu-membahu membangun jalan secara swadaya tanpa menunggu bantuan dari pemerintah.
Fenomena ini mencuri perhatian publik setelah unggahan dari akun TikTok @muhronhidayat menyebar luas.
Dalam video tersebut, tampak warga bekerja bersama memperbaiki jalan rusak demi kenyamanan pengguna jalan serta mendukung sektor pariwisata lokal.
“Kami warga di sini sepakat bergotong royong membangun jalan. Ini murni swadaya, niatnya untuk meringankan beban negara,” ujar Muhron Hidayat dalam unggahannya dikutip Kamis, (29/5/2025).
Mengapa Swadaya Jadi Pilihan?
Menurut warga setempat, Riri Ansori, aksi itu dilakukan karena warga sudah terlalu lama menunggu janji-janji perbaikan jalan yang tak kunjung terealisasi. Alih-alih pasrah, mereka memilih mengambil tindakan nyata demi kemaslahatan bersama.
“Kalau hanya mengeluh, jalan tetap rusak. Maka kami sepakat bergerak. Toh ini demi kenyamanan kami sendiri juga. Daripada menunggu tak pasti, lebih baik gotong royong,” ucapnya.
Bagi warga, partisipasi aktif ini juga menjadi bentuk kecintaan terhadap tanah kelahiran dan kontribusi langsung pada pembangunan.
Jalan tersebut menjadi akses penting bagi warga dan wisatawan, terutama menuju lokasi-lokasi pariwisata di pelosok Lebak.
Swadaya Bukan Solusi Abadi
Meski inisiatif ini patut diapresiasi, Riri berharap pemerintah tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tetap merupakan tanggung jawab negara dan perlu dicarikan solusi permanen.
“Kami ingin pemerintah melihat ini sebagai sinyal. Kami bantu, tapi bukan berarti kami tak butuh negara. Infrastruktur layak itu hak rakyat,” tandasnya.
Gotong royong warga Lebak ini bukan sekadar aksi tambal sulam, melainkan sinyal kuat bahwa masyarakat sudah cukup bersabar.
Kini, bola ada di tangan pemerintah akankah aksi swadaya ini disambut dengan kebijakan nyata? (*/Sahrul).

