Wisata Anyer

Antisipasi Macet, BPTD Tempatkan Petugas di Simpang Gerem Selama Proyek Jembatan

 

CILEGON – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Banten turut mendukung kelancaran arus lalu lintas selama proses pembangunan Jembatan Cikuasa Atas, yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional Jembatan Aramco di Merak.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 30 Juli 2025 mendatang.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan LLJSDPP BPTD Wilayah II Banten, Ibrohim, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk membantu pengaturan lalu lintas pada waktu-waktu krusial.

“BPTD saat ini membackup pelaksanaan proyek pembangunan jembatan tersebut. Petugas kami ditempatkan pada jam-jam sibuk, seperti pagi hari, jam istirahat siang, dan sore hari saat jam pulang kerja,” ujar Ibrohim, Rabu (23/7/2025).

Salah satu titik yang menjadi fokus pengaturan adalah Simpang Gerem, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur utama yang dilalui kendaraan dari arah tol maupun Pelabuhan Merak.

“Di Simpang Gerem terjadi bottle neck karena merupakan satu-satunya akses. Jika tidak diatur, dikhawatirkan kendaraan akan berhenti sembarangan dan memicu kemacetan panjang,” jelasnya.

Ibrohim mengatakan, untuk mendukung kelancaran, pihaknya menerapkan sistem pengamanan secara mobile dengan bergantian personel setiap harinya.

Pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut juga dilakukan bersama unsur Kepolisian.

Selain itu, BPTD telah menempatkan Papan Informasi Manajemen Sistem (PMS) di sejumlah titik strategis, seperti gerbang keluar Tol Gerem, guna memberikan informasi kepada pengemudi bahwa Jembatan Cikuasa Atas sedang dalam proses perbaikan.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi mengenai rekayasa lalu lintas, dan imbauan agar masyarakat yang ingin menuju Merak atau Cilegon dapat mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif,” katanya.

Salah satu rute alternatif yang disarankan adalah melalui jalur Suralaya–Bojonegara.

Meski waktu tempuhnya lebih lama, yakni sekitar satu jam, rute tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan di jalur utama Cikuasa Bawah.

“Jika jembatan darurat bisa segera dipasang, kendaraan kecil nantinya dapat dialihkan melewati Jembatan Cikuasa Atas, sehingga beban di jalur bawah bisa berkurang,” tutur Ibrohim.

Ia berharap proses pengerjaan dapat berjalan sesuai target, sehingga dampak kepadatan lalu lintas bisa diminimalisasi, khususnya pada saat jam-jam sibuk yang kerap menimbulkan kemacetan.(*/Nandi).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien