SERANG – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten mengungkapkan, jumlah pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Serang mencapai 559 orang.
Sekretaris KPA Provinsi Banten, dr. Santoso Edy Budiono mengatakan, dari jumlah tersebut, penyebab HIV perilaku hubungan sesama jenis.
“Trennya sudah berubah sekarang, di tahun 2000-an dari jarum suntik narkoba. Sekarang bukan dari jarum suntik, tetapi penularan dari hubungan seksual,” katanya, di Gedung Sekda Kota Serang, Rabu (13/8/2025).
“Yang terbanyak mungkin hubungan sesama jenis itu. Virusnya udah menyebar kemana-kemana, seperti Covid-19, mau ga mau semua wilayah harus melakukan program,” sambungnya.
Dari 559 penderita HIV di Kota Serang, kata dia, hanya 59 persen yang sudah mengakses obat. Jika tidak mengakses obat, maka penderita menularkan penyakit HIV semakin besar.

“Hampir 15 persen belum mengakses obat,” jelasnya.
Ia mengatakan, pengidap HIV ini berada di rentang usia 20 hingga 39 tahun. Guna mencegah penyebaran meluas, ia bakal gencar memberikan edukasi sejak dini dimulai dari keluarga terlebih dahulu.
“Dengan pengetahuan yang cukup, orang bisa melindungi dirinya sendiri, termasuk juga menghormati organ seksual orang lain,” jelasnya.
Terakhir, ia mengimbau kepada masyarakat agar tak mengintimidasi penderita HIV, sebab penularan yang terjadi bukan dengan kontak fisik.
“Nasih ada stigma, diskriminasi bukan hanya dari kesehatan tapi dari masyarakat, mencoba menyingkirkan atau tak mau bergaul dengan penderita HIV, padahal tak akan tertular hanya dengan pergaulan biasa, itu yang perlu dijelaskan,” tukasnya. (*/Ajo)


