Krisis Listrik Pulau Tunda, Masyarakat Nantikan Realisasi Investor Tiongkok
SERANG – Warga Pulau Tunda, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, berharap rencana investasi Tiongkok dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) segera terealisasi.
“Masalah listrik sudah puluhan tahun kami alami. Dengan hadirnya investor dan dukungan pemerintah, mudah-mudahan bisa cepat terwujud,” kata Sobri, warga setempat, Selasa (23/9/2025).
Ia menjelaskan, rencana awal proyek adalah penggantian baterai PLTS lama yang sudah tak berfungsi.
Ada pula wacana membangun unit PLTS baru untuk memperkuat pasokan listrik.
“Kalau berhasil, warga tentu sangat menunggu,” tambahnya.

Menurut Sobri, ketersediaan listrik akan menunjang kebutuhan rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha, seperti pembangunan pabrik es untuk nelayan.
“Kalau listrik stabil, katanya akan ada pabrik es untuk menyimpan ikan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masyarakat belum banyak membicarakan dampak lingkungan dari investasi tersebut.
“Soal itu belum kami kaji. Yang utama listrik bisa segera jalan,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemkab Serang menilai keterlibatan investor asing bukan hanya untuk kebutuhan listrik, tapi juga mendukung pengembangan fasilitas penyimpanan ikan dan pariwisata.
Delegasi China Investment Association Overseas Investment Union (CIAOIU) yang dipimpin Madam Liu Xiongying menyatakan komitmennya memulai kerja sama dari penyelesaian masalah listrik, pembangunan pelabuhan, hingga transportasi.
Kunjungan delegasi CIAOIU ke Pulau Tunda pada Sabtu (19/9/2025) difasilitasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dengan pendampingan Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo. (*/Fachrul)


