Progres Rutilahu Hampir Rampung, Lurah Grogol Pastikan Upah Tukang Segera Disalurkan

 

CILEGON – Lurah Grogol, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Firman Yudha Nugroho memastikan progres pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) di wilayahnya hampir rampung, sehingga upah tukang dipastikan akan segera disalurkan.

Kepastian itu disampaikan menanggapi keluhan sejumlah warga penerima bantuan yang menyatakan pekerjaan mangkrak lantaran upah tukang belum dibayar.

“Pembayaran upah tukang sudah terjadwal. Rencananya akan dibayarkan besok, Selasa (25/11/2025), melalui BJB secara tunai. Rata-rata progres pembangunan di Kelurahan Grogol sudah mencapai 50 persen,” ujar Firman di kantornya, Senin (24/11/2025).

Firman menjelaskan, mekanisme pembayaran sudah mengikuti petunjuk teknis (Juknis), di mana upah tukang dicairkan setelah progres pembangunan mencapai 50 persen.

Meski begitu, pihaknya turut memahami bahwa masih ada warga yang belum memahami mekanisme baru program tersebut.

“Sejak awal kami sudah meminta persetujuan swadaya dari warga. Karena ini program stimulan, keluarga penerima bantuan seharusnya memiliki dana cadangan, termasuk untuk mengantisipasi sementara kebutuhan upah tukang sebelum pencairan,” jelasnya.

Terkait keluhan soal “nota kosong”, Firman menegaskan dokumen itu merupakan surat jalan untuk pengecekan kelengkapan material untuk disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menurutnya, sebagian warga masih menganggap program Rutilahu sama seperti skema sebelumnya yang diberikan dalam bentuk uang tunai.

“Padahal sekarang sistemnya berbeda. Bantuan diberikan dalam bentuk material senilai Rp30 juta, dengan rincian Rp23 juta untuk material dan Rp7 juta untuk upah tukang,” katanya.

Firman juga membantah klaim pembangunan sempat mangkrak selama dua minggu.

“Setahu kami, pekerjaan di Ciora Gede baru dimulai sekitar dua minggu lalu. Kalau berhenti 2–3 hari mungkin saja, tapi kalau dua minggu saya rasa tidak benar,” terangnya.

Ia menambahkan penunjukan penyedia material dilakukan oleh Tim Fasilitator Lapangan (TFL) berdasarkan hasil asesmen harga dan spesifikasi.

Sementara tukang dipilih langsung oleh penerima manfaat, dan pembayaran dilakukan setelah verifikasi identitas.

Pada kesempatan yang sama, Sanuri, Ketua RW 02 Link Cikebal Bawah, Kelurahan Grogol, memastikan tidak ada pembangunan yang mogok.

“Berdasarkan pengecekan di lapangan, semua progres sudah mencapai 50 persen bahkan 70 persen. Hanya ada satu yang sempat terlambat, tetapi sekarang juga sudah mencapai 50 persen, semua lancar” ujarnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien