Ini Tujuan Walikota Budi Rustandi Teken MoU dengan BBPVP Serang
SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya menekan angka pengangguran dan mempersiapkan tenaga kerja lokal menghadapi arus investasi yang akan masuk pada tahun 2026.
Salah satu langkah strategisnya adalah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Walikota Serang, Budi Rustandi, dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, yang merupakan lembaga pelatihan terbaik di Indonesia di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (15/12/2025).
Walikota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan apresiasinya atas keberadaan BBPVP Serang yang menjadi kebanggaan Kota Serang sekaligus aset strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
“Kita bersyukur karena BLK terbaik se-Indonesia ada di Kota Serang. Ini keberuntungan besar bagi kita. MoU ini penting untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal agar siap menyambut investasi besar yang akan masuk pada 2026,” ujar Budi Rustandi.
Menurut Budi, kerja sama ini akan memperkuat sinergi antara dunia industri, Disnaker Kota Serang, dan BBPVP dalam menyiapkan pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Ketika nanti investor masuk dan membutuhkan tenaga kerja, Disnaker akan berkoordinasi dengan BBPVP untuk menyiapkan tenaga terampil sesuai kebutuhan. Tujuannya jelas, mengurangi angka pengangguran, menekan kemiskinan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Serang,” jelasnya.
Selain pelatihan berbasis APBN, Budi menyebut ada juga program di luar anggaran tersebut yang akan difasilitasi melalui berbagai skema pembiayaan termasuk pinjaman KUR bagi peserta pemagangan atau calon pekerja migran.
Dengan kolaborasi antara Pemkot Serang dan BBPVP Serang ini, Walikota Budi Rustandi optimistis Kota Serang akan semakin siap menyongsong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kuncinya ada di pelatihan dan kesiapan tenaga kerja lokal. Kalau pengangguran berkurang, kemiskinan juga turun, dan ekonomi pasti naik,” tutup Budi.
Kepala BBPVP Serang, Ady Nugroho, menjelaskan bahwa lembaganya merupakan satu-satunya balai pelatihan di Indonesia yang memiliki fasilitas pelatihan las bawah air, posisi las 6GR (tertinggi di dunia), serta robotic welding yang memanfaatkan teknologi AI.
“Kami bukan hanya melatih secara manual, tapi juga berbasis robotik dan AI melalui sistem project-based learning. Ini bagian dari program unggulan Kementerian Ketenagakerjaan,” jelas Ady.
Ady mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, BBPVP Serang menyiapkan kuota pelatihan untuk 500 warga Kota Serang, sebagai bagian dari prioritas daerah binaan.
Selain itu, juga tersedia program pemagangan dan pelatihan luar negeri untuk tujuan Jepang, Korea, dan Jerman, yang akan difasilitasi melalui kerja sama dengan berbagai asosiasi dan lembaga mitra.
“Khusus untuk warga Kota Serang, kami akan prioritaskan hingga 500 peserta tahun depan. Kalau untuk luar negeri, bisa sampai 50 orang, bahkan lebih jika minat tinggi. Pembiayaannya bisa difasilitasi lewat program KUR PMI,” kata Ady.
BBPVP Serang juga akan menggelar Pameran Pekerja Migran Indonesia dan Pemagangan pada 21 Desember 2025, yang melibatkan berbagai asosiasi pemagangan dan lembaga penyalur resmi.
“Silakan warga Kota Serang datang ke BBPVP Serang tanggal 21 nanti. Akan ada sosialisasi dan pendaftaran bagi yang ingin bekerja ke Jepang, Korea, atau Jerman,” ujarnya.***

