Maksimalkan Fungsi Rumah Dinas Walikota Cilegon, Purnama Budaya Digelar Setiap Bulan
CILEGON — Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD) menggagas program Purnama Budaya, sebuah diskusi kebudayaan yang akan digelar secara rutin setiap tanggal 15 di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon.
Program ini menjadi upaya strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan Rumah Dinas tidak hanya sebagai bangunan simbolik, tetapi juga sebagai ruang cagar budaya yang aktif, produktif, dan kolaboratif.
Purnama Budaya dirancang sebagai forum diskusi bulanan yang mempertemukan insan kebudayaan, pemangku kepentingan, dan media dalam suasana dialog yang terbuka.
Melalui diskusi tematik, berbagai isu kebudayaan daerah yang aktual akan dibedah secara mendalam, sekaligus menjadi wadah silaturahmi lintas lembaga dan komunitas.
Sekretaris FORWARD, Arise Firdaus, menegaskan bahwa lahirnya Purnama Budaya berangkat dari kebutuhan akan ruang diskusi kebudayaan yang berkelanjutan dan inklusif di Kota Cilegon.
“Diskusi ini penting untuk menggagas ide dan membedah isu berkaitan dengan kebudayaan di Kota Cilegon,” kata Aris, Rabu (31/12/2025).
Menurut Arise, Rumah Dinas Wali Kota Cilegon memiliki nilai historis sekaligus simbolik yang kuat. Oleh karena itu, pemanfaatannya sebagai ruang diskusi kebudayaan dinilai tepat untuk menghidupkan kembali fungsi sosial dan intelektual bangunan tersebut.
“Rumah Dinas Wali Kota memiliki nilai historis dan simbolik yang kuat. Melalui Purnama Budaya, kami ingin menjadikannya bukan sekadar identitas, tetapi ruang hidup bagi pertukaran gagasan, kolaborasi lintas keilmuan, dan penguatan ekosistem kebudayaan,” ujar Arise menambahkan.
Ia menambahkan, diskusi yang digelar secara berkala ini diharapkan mampu menghadirkan dialog yang membumi, kritis, serta relevan dengan persoalan kebudayaan dan dinamika sosial kontemporer yang berkembang di masyarakat.
Inisiatif FORWARD ini juga mendapat sambutan positif dari Dewan Kebudayaan Kota Cilegon. Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menilai Purnama Budaya sejalan dengan semangat pelestarian sekaligus pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan.
“Cagar budaya tidak boleh berhenti sebagai simbol. Ia harus dihidupkan melalui aktivitas intelektual dan kebudayaan. Gagasan FORWARD ini penting untuk menjadikan Rumah Dinas sebagai ruang pertemuan ide dan kolaborasi kebudayaan,” kata Ayatullah.
Dengan hadirnya Purnama Budaya, FORWARD berharap Rumah Dinas Wali Kota Cilegon dapat bertransformasi menjadi pusat diskursus kebudayaan yang dinamis, sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan lokal melalui kolaborasi yang berkesinambungan. (*/ARAS)

