Krisis Sampah di TPA Bangkonol Pandeglang, Masyarakat Menilai Pemerintah Abai Soal Pengelolaan

 

PANDEGLANG – Kelompok Swadaya Masyarakat Front Aksi Masyarakat Terdampak (KSM-FAM) menyoroti tidak adanya upaya serius dari Pemerintah dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Kabupaten Pandeglang.

Sekretaris KSM-FAM TPA Bangkonol, Andri, menyebut sejak penolakan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengelolaan sampah dengan Kota Tangerang Selatan, hingga kini tidak ada progress apapun di TPA Bangkonol.

Menurut Andri, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Bahkan, kata dia, kelompok swadaya masyarakat bersama warga terpaksa melakukan pembenahan secara mandiri terhadap fasilitas rumah maggot yang sebelumnya terbengkalai.

“Sejak penolakan MoU sampah dengan Tangsel, sama sekali tidak terlihat adanya upaya pengelolaan TPA Bangkonol. Kami dari KSM-FAM bersama warga harus bahu-membahu secara swadaya untuk membenahi rumah maggot yang mangkrak,” ujar Andri kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Ia menegaskan, hingga kini tidak ada dukungan dari Pemerintah Daerah maupun PD Pasar Bersih Mandiri (PBM) dalam penanganan tersebut.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Andri menilai dampak lingkungan akan semakin meluas.

“Tanpa dukungan sedikit pun dari Pemda maupun PD PBM, persoalan sampah ini akan terus membesar dan sulit dikendalikan,” katanya.

Andri juga menekankan bahwa persoalan utama bukan semata ada atau tidaknya kiriman sampah dari luar daerah.

Menurutnya, ketiadaan upaya pengelolaan dan pemusnahan sampah di TPA Bangkonol menjadi faktor utama menumpuknya gunungan sampah.

“Terlepas ada atau tidak kiriman sampah dari luar Pandeglang, jika tidak ada upaya pengelolaan di TPA Bangkonol, maka gunungan sampah akan terus bertambah,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan keluhan warga yang setiap hari harus menghirup bau menyengat dari TPA, meski jarak permukiman berada pada radius satu hingga dua kilometer dari lokasi.

“Kami di sini setiap hari mencium bau sampah yang semakin menyengat. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi juga menyangkut masa depan dan kehidupan anak cucu kami ke depan,” tutup Andri. (*/Nandi)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien