Menhaj Gus Irfan Pernah Bersihkan Toilet Tengah Malam Saat Ibadah Haji

JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menceritakan pengalamannya membersihkan toilet jamaah haji secara langsung saat menunaikan ibadah haji pada 2008 silam.

Kisah tersebut ia sampaikan saat memimpin Apel Akbar Peserta di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Gus Irfan menuturkan, saat menjalani haji reguler dengan lokasi pemondokan dekat Jamarat, pasokan air sempat terhenti selama beberapa hari menjelang dan setelah wukuf di Arafah.

Akibatnya, ratusan jamaah dalam satu lantai harus menggunakan toilet tanpa air, sehingga kondisinya sangat memprihatinkan.

“Pada malam hari setelah air kembali menyala, saya bangun dan melihat banyak kran dibiarkan terbuka. Saya tutup satu per satu, lalu membersihkan kloset yang kotor karena berhari-hari tidak ada air. Satu lantai saya bersihkan,” ujar Gus Irfan.

Ia menekankan bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil seperti menjaga kebersihan toilet, mematikan lampu yang tidak digunakan, serta tidak saling menyalahkan merupakan nilai dasar yang harus diterapkan oleh seluruh petugas haji.

Dalam arahannya, Gus Irfan juga menegaskan pentingnya kebersamaan lintas instansi.

Ia menyebut peserta apel berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga kesehatan, Polri, TNI, organisasi kemasyarakatan, hingga pesantren.

“Tidak ada instansi, tidak ada senior-junior. Identitas kita satu, yaitu petugas haji. Tidak ada ‘saya’, yang ada ‘kita’,” tegasnya.

Menurut dia, penyelenggaraan haji merupakan operasi besar yang kompleks dan sensitif, sehingga membutuhkan kekompakan penuh.

Petugas haji, kata dia, tidak melayani pejabat atau pimpinan instansi tertentu, melainkan seluruh jamaah haji tanpa membedakan latar belakang, jabatan, maupun kondisi fisik.

“Satu jamaah tertinggal adalah kegagalan kita semua, dan saya yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Gus Irfan juga menegaskan bahwa ketepatan waktu merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar, serta meminta seluruh petugas siap bekerja di bawah tekanan dan selalu mendahulukan kepentingan jamaah di atas kepentingan pribadi.

“Ketika jamaah membutuhkan bantuan, maka kegiatan pribadi harus dikesampingkan. Kunci utama kita adalah mendahulukan jamaah daripada diri sendiri,” pungkasnya. (*/Red)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien