Warga Cilegon Terdampak Tak Merasa Ditinggalkan Saat Banjir, Ini Pengakuan Ketua RT
CILEGON – Warga terdampak banjir di Kota Cilegon mengaku tidak merasa ditinggalkan saat banjir melanda wilayah mereka beberapa waktu lalu. Setidaknya itu disampaikan oleh Ketua RT 04 RW 03 Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Maskun.
Ia mengatakan, sejak banjir terjadi hingga masa pascabanjir, bantuan dari pemerintah terus mengalir. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Alhamdlillah penanganan pascabanjir cukup baik. Kebutuhan makanan warga dicukupi, sehari tiga kali bahkan malam juga ada yang mengantar. Dari pemerintah kota hingga kelurahan sangat responsif,” katanya, Rabu 14 Januari 2026.
Maskun menuturkan, aparat gabungan dari kelurahan, kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga jajaran kepolisian dari Polres Cilegon turun langsung membantu proses evakuasi dan penanganan darurat.
Bahkan Wali Kota Cilegon Robinsar juga sempat meninjau lokasi banjir.
“Tidak ada yang diam, semua turun. Mulai dari kelurahan, kecamatan, Babinsa, sampai kepolisian. Bahkan Pak Wali Kota juga ke sini saat banjir. Jadi warga merasa tidak ditinggalkan,” ujarnya.
Terkait hal ini, Sekretaris PMI Kota Cilegon Ujang Samsul, mengatakan jika sejak 11 Januari 2026 pihaknya telah menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat.
“Sejak tanggal 11 kemarin kami support langsung kepada masyarakat. Di Lingkungan Sambirata sendiri kami distribusikan 123 nasi box per hari,” katanya ditemui di Kantor PMI Kota Cilegon, Rabu 14 Januari 2026.
Fokus utama PMI Kota Cilegon saat ini, kata Ujang, berada di wilayah Karang Tengah, Kecamatan Cibeber, yang masih membutuhkan dukungan konsumsi. Karena sebagian warga belum dapat memasak akibat kondisi rumah yang terdampak banjir.
“Sampai sekarang, di Karang Tengah belum surut. Sehingga warga masih membutuhkan bantuan pangan,” jelasnya.
Sementara untuk dukungan kesehatan, PMI Kota Cilegon terus berkoordinasi dengan puskesmas setempat yang membuka layanan 24 jam.
PMI Kota Cilegon, lanjut Ujang, turut menyiagakan relawan dokter dan perawat serta menyiapkan stok obat-obatan dasar untuk membantu pelayanan kesehatan warga.
“Kalau puskesmas membutuhkan tambahan tim di titik tertentu, baru kami turunkan. Kami sifatnya membantu dan mendukung sesuai kemampuan yang ada,” pungkasnya.***

