Ayah Korban Pembunuhan BBS III Mengaku Tak Miliki Akses Ikuti Rekonstruksi Sejak Awal

 

CILEGON – Ayah korban pembunuhan di BBS III, Kota Cilegon, Maman Suherman, mengaku tidak memiliki akses untuk mengikuti seluruh rangkaian rekonstruksi perkara yang digelar kepolisian, Kamis (15/1/2026).

Maman mengatakan dirinya hanya menyaksikan sebagian kecil proses rekonstruksi, termasuk melihat kehadiran tersangka, namun tidak dapat mengikuti jalannya adegan sejak awal.

“Kalau melihat tersangka, iya. Cuman saya tidak ada akses untuk masuk mengikuti dari awal, hanya tadi bagian atas saja,” katanya kepada media.

Meski demikian, Maman menegaskan pihak keluarga tetap menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian.

“Supaya kabar rekonstruksi ini tidak liar, kita hormati proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian,” ujarnya.

Terkait kesesuaian antara rekonstruksi dengan peristiwa yang terjadi, Maman menyampaikan keyakinannya berdasarkan apa yang disaksikannya.

“Insyaallah, kalau dilihat dari ini, ada kecocokan,” ucapnya.

Ia juga menanggapi kemungkinan hukuman terhadap tersangka. Apabila dalam proses hukum ditemukan unsur perencanaan, Maman berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas.

“Kalau berencana, hukuman mati tidak masalah. Tinggal nanti bagaimana berita acara dari pihak kepolisian ke kejaksaan,” ungkapnya.***

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien