Hari Ketiga Pencarian di Pantai Goa Langir Lebak Terkendala Cuaca Buruk, 3 Wisatawan Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan
LEBAK– Operasi pencarian terhadap wisatawan yang hilang akibat terseret ombak di Pantai Goa Langir, Sawarna, terus berlanjut hingga hari ketiga, Senin (19/1/2026).
Dari tiga wisatawan yang menjadi korban, dua berhasil selamat, sementara satu orang hingga kini masih dalam pencarian.
Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, menyampaikan bahwa proses pencarian menghadapi tantangan berat karena karakter gelombang laut selatan yang dinamis serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Pantai Goa Langir memiliki arus bawah yang kuat dan tidak selalu terlihat dari permukaan. Pada hari ketiga ini, pencarian tetap kami maksimalkan dengan memperluas area pantau,” ujar Erwin kepada wartawan.
Korban yang belum ditemukan diketahui bernama Salman Abdul Latif (19), wisatawan asal Jakarta Timur. Ia dilaporkan hilang setelah terseret ombak ketika berenang bersama dua rekannya pada Sabtu pagi (17/1/2026).
Peristiwa itu terjadi saat kondisi laut tampak tenang, namun tanpa disadari terdapat arus palung yang berbahaya. Ketiga wisatawan sempat berusaha menyelamatkan diri, namun hanya dua yang berhasil keluar dari arus deras.
Satu korban selamat atas nama Latif Atala (19), warga Bogor, berhasil dievakuasi berkat bantuan rekan dan warga sekitar. Sementara satu wisatawan lainnya mampu menyelamatkan diri secara mandiri.
Sebelum kejadian, rombongan wisatawan tersebut tiba di kawasan Sawarna pada Jumat malam (16/1/2026) dan memilih bermalam di area pantai dengan mendirikan tenda.
Aktivitas berenang dilakukan keesokan harinya sekitar pukul 05.30 WIB, tanpa pengawasan petugas pantai.
Menurut Erwin, waktu pagi justru sering menjadi periode rawan karena perubahan arus laut yang sulit diprediksi.
“Banyak wisatawan mengira pagi hari aman, padahal justru arus bawah sering muncul saat air laut mulai bergerak,” jelasnya.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisir laut menggunakan perahu nelayan, memantau garis pantai beberapa kilometer ke dua arah, serta pengawasan udara menggunakan drone.
Hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil. Tim kemudian melakukan evaluasi dan menyepakati operasi dilanjutkan keesokan harinya dengan penyesuaian strategi berdasarkan pergerakan arus dan kondisi cuaca.
Balawista Lebak kembali mengingatkan wisatawan agar tidak berenang sembarangan, terutama di pantai selatan Lebak yang dikenal memiliki gelombang besar dan arus rip current.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Wisata alam laut tidak boleh disepelekan, meskipun terlihat indah dan tenang,” pungkas Erwin.
Operasi pencarian dijadwalkan berlanjut Selasa (20/1/2026) dengan harapan korban segera ditemukan. (*/Sahrul).
