Empat Hari Menghilang Akibat Terseret Ombak Pantai di Lebak, Wisatawan Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Pantai Ujung Genteng
LEBAK– Misteri hilangnya seorang wisatawan yang terseret ombak di Pantai Goa Langir, kawasan wisata Sawarna, Kabupaten Lebak, akhirnya terungkap.
Setelah empat hari dalam pencarian intensif, jasad korban ditemukan terdampar jauh dari titik awal kejadian, tepatnya di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Korban diketahui bernama Salman Abdul Latif (20), warga Cipinang Asem, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Ia sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu pagi (17/1/2026) saat berenang di Pantai Goa Langir, Kecamatan Bayah.
Informasi penemuan jasad korban dibenarkan oleh Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma.
Menurutnya, korban ditemukan oleh warga setempat di kawasan Pantai Cibuaya, Ujung Genteng, pada Selasa sore (20/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
“Korban ditemukan di wilayah pesisir Ujung Genteng, Sukabumi. Jaraknya cukup jauh dari lokasi awal kejadian, kurang lebih sekitar 75 kilometer mengikuti arus laut selatan,” ujar Erwin, Rabu (21/1/2026).
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas setempat untuk proses penanganan lebih lanjut dan selanjutnya dibawa ke wilayah Bogor guna kepentingan identifikasi serta penyerahan kepada pihak keluarga.
Erwin menjelaskan, sebelum penemuan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Banten, Balawista Lebak, unsur TNI-Polri, serta relawan telah melakukan upaya pencarian secara maksimal.
Penyisiran dilakukan melalui jalur laut menggunakan perahu dan jalur darat di sepanjang garis pantai Sawarna hingga perairan sekitar Bayah.
“Namun hingga hari keempat pencarian, korban belum ditemukan di sekitar lokasi awal tenggelam. Kondisi ombak yang cukup tinggi serta arus laut selatan yang kuat diduga menyebabkan jasad korban terbawa menjauh hingga ke wilayah perairan Sukabumi,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai selatan Banten yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus bawah laut yang berbahaya, terutama di luar area yang direkomendasikan untuk berenang.
“Saya mengimbau wisatawan untuk selalu mematuhi rambu keselamatan, mengikuti arahan petugas penjaga pantai, serta tidak memaksakan diri berenang saat kondisi cuaca dan gelombang tidak bersahabat,” pungkas Erwin. (*/Sahrul).
