Hidup Serba Keterbatasan, Warga Cilegon ini Tinggal di Rumah Asbes Tanpa Listrik dan Kamar Mandi

 

CILEGON – Kehidupan penuh keterbatasan masih dialami Ahmad Nawawi (45), warga RT 04 Lingkungan Temugiring, Kelurahan Banjar Negara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Bersama istri dan dua anaknya, Nawawi terpaksa tinggal di rumah sederhana yang sebagian besar terbuat dari kayu dan asbes.

Pantauan di lokasi, rumah yang ditempati Nawawi berdiri di atas tanah milik pribadi. Namun, bangunan tersebut masih jauh dari kata layak.

Dinding dan atap rumah menggunakan asbes, lantai hanya berupa semen, serta tidak dilengkapi fasilitas kamar mandi.

Untuk kebutuhan listrik, keluarga Nawawi masih menumpang ke rumah tetangga.

Kondisi rumah semakin memprihatinkan saat hujan lebat turun. Air kerap masuk ke dalam rumah melalui celah-celah atap asbes.

Situasi ini menjadi beban tersendiri, mengingat Nawawi harus menghidupi dua anak, masing-masing masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Nawawi mengungkapkan, dirinya telah tinggal di Kelurahan Banjar Negara sejak kecil.

Setelah menikah, ia sempat mengontrak rumah hingga akhirnya mampu membeli sebidang tanah dan membangun rumah seadanya.

“Dari kecil saya tinggal di Banjar Negara. Setelah menikah sebelumnya saya ngontrak. Alhamdulillah punya tanah, akhirnya dibuat rumah seperti ini,” ujar Nawawi kepada Fakta Banten, Kamis, (22/1/2026).

Ia menuturkan, rumah tersebut dibangun dari hasil jerih payahnya berjualan keliling serta bantuan dari saudara.

Namun, penghasilan yang tidak menentu membuatnya belum mampu memperbaiki kondisi rumah.

“Rumah ini hasil jualan keliling, kadang dibantu saudara. Penghasilan saya tidak tentu, kadang dapat Rp50 ribu, kadang juga tidak dapat sama sekali,” akunya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nawawi bekerja sebagai pedagang es keliling dan sesekali berjualan siomay.

Dengan penghasilan pas-pasan, ia belum mampu memasang sambungan listrik sendiri maupun membangun fasilitas toilet.

“Kalau mandi dan BAB masih ikut tetangga. Listrik juga masih numpang karena belum punya KWH,” ungkapnya.

Meski demikian, Nawawi mengaku pernah menerima bantuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah.

Namun, untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), ia belum pernah mengajukan permohonan, baik melalui RT maupun pihak kelurahan.

“Kalau BLT alhamdulillah sudah pernah dapat. Tapi kalau Rutilahu belum pernah mengajukan,” katanya.

Dengan penuh harap, Nawawi berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kelurahan Banjar Negara maupun Pemerintah Kota Cilegon agar rumah yang ditempatinya bersama keluarga dapat menjadi lebih layak huni.

“Saya memohon kepada Pak Lurah dan Pak Wali Kota Cilegon agar rumah saya bisa dibuat layak huni,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pemerintah setempat maupun dinas terkait. ***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien