Viral Video Menu MBG di Cigemblong Lebak, SPPG Beri Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf

 

LEBAK– Sebuah video berdurasi 32 detik yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik.

Video tersebut memperlihatkan seorang guru di SMA Cigemblong yang memecahkan telur mentah dari paket Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dikonsumsi.

Dalam rekaman itu, terlihat isi menu MBG terdiri dari satu butir telur mentah, empat potong jagung mentah, tiga buah lengkeng, satu kotak susu, serta satu potong tahu matang.

Tayangan tersebut pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet, terutama terkait standar kelayakan menu MBG yang dibagikan kepada siswa.

Menanggapi viralnya video tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, akhirnya angkat bicara.

Ketua SPPG, Rasudin, menegaskan bahwa menu MBG yang terekam dalam video tersebut tidak mencerminkan standar pelayanan dapur secara keseluruhan.

Ia menyebut kejadian itu terjadi akibat kekeliruan teknis pada proses distribusi, bukan kesengajaan ataupun pembiaran.

“Seluruh menu MBG yang diproduksi dapur SPPG kami disiapkan dengan mengacu pada standar keamanan pangan dan pemenuhan gizi. Kejadian ini murni kesalahan teknis di lapangan,” kata Rasudin dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Rasudin menjelaskan bahwa dapur SPPG Cigemblong masih berada pada tahap awal operasional, sehingga evaluasi dan penyesuaian sistem kerja terus dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, video yang beredar di media sosial tersebut tidak lahir dari unsur kesengajaan, melainkan menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas layanan MBG ke depan.

“Peristiwa ini kami jadikan bahan koreksi. Kami akan memperkuat pengawasan, tidak hanya dari sisi individu, tetapi juga sistem kerja agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Rasudin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak sekolah dan masyarakat Cigemblong yang terlibat dalam pendistribusian program MBG.

“Atas nama ketua SPPG dan seluruh pengurus, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah serta masyarakat Cigemblong,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak SPPG telah mengambil tindakan tegas dengan menerbitkan Surat Peringatan (SP) 1 kepada tim pemorsian yang dinilai kurang teliti dalam proses pengemasan menu.

“Kami sudah mengeluarkan SP 1 kepada tim pemorsian agar ke depan lebih cermat dan bertanggung jawab dalam mengemas bahan makanan ke dalam wadah ompreng,” jelas Rasudin.

Ia berharap, kejadian ini menjadi momentum perbaikan sehingga program MBG dapat berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan asupan gizi yang layak, aman, dan berkualitas bagi para penerima manfaat. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien