Daging Mahal, Gappenda Banten Ambil Langkah Mogok Berjualan Selama Dua Hari
SERANG-Kenaikan harga daging sapi potong yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir makin melonjak dari Gabungan Pengusaha dan Pedagang Daging (Gappenda) Banten.
Organisasi tersebut menyatakan sikap tegas dengan akan melakukan aksi mogok berjualan selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa, 26-27 Januari 2026.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua Gappenda, Abah Aeng, melalui sebuah video berdurasi 15 detik yang direkam di Sekretariat Jagal Trondol, Serang Banten.
Aksi mogok ini disebut sebagai bentuk protes atas tingginya harga daging sapi yang dinilai sudah tidak wajar dan memberatkan pedagang maupun konsumen.
“Kami Gappenda akan melakukan mogok berjualan,” ujar Abah Aeng pada Minggu (25/1/2026).
Ia pun menjelaskan, keputusan mogok bukan tanpa alasan.
Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai upaya menyampaikan pesan kepada masyarakat sekaligus pemangku kepentingan terkait kondisi harga daging yang terus mengalami kenaikan.
“Mengapa ini kita lakukan? Karena kami ingin menyampaikan pesan kepada seluruh konsumen pengguna daging, bahwa daging tersebut akan dinaikkan. Oleh karena itu satu-satunya jalan adalah mogok berjualan selama dua hari,”akunya.
Lebih lanjut Abah Aeng mengimbau, seluruh pedagang daging di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Cilegon, Pandeglang, hingga Lebak untuk ikut serta dalam aksi tersebut demi kebersamaan dan solidaritas
sesama pedagang.
“Mohon secara bersama-sama tidak berjualan dulu pada hari tersebut,” imbaunya.
Tak hanya pedagang daging segar, Gappenda juga meminta penggiling bakso serta pelaku usaha daging beku maupun daging impor untuk tidak beroperasi selama aksi mogok berlangsung.
“Mengingat kita menyadari kebersamaan, kami juga meminta kepada penggiling bakso dan pedagang daging beku atau impor untuk tidak membuka pada hari tersebut,”kata Abah Aeng.
Diakhir pernyataannya, Abah Aeng menyampaikan, permohonan maaf kepada pemerintah atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Namun ia menegaskan, langkah ini diambil demi menjaga stabilitas harga daging ke depannya.
“Mohon kepada pemerintah memaklumi kejadian ini. Sekali lagi kami mohon maaf, kami lakukan ini karena kami ingin harga daging tetap stabil,” pungkasnya.***
