Pria di Kasemen Tewas Dikeroyok, Polisi Amankan Lima Pelaku

 

SERANG – Warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang, digegerkan oleh peristiwa kekerasan brutal yang berujung maut. Seorang pria bernama Munir (50) tewas setelah menjadi korban pengeroyokan sadis oleh sejumlah orang pada Minggu, (25/1/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Komplek Panjunan Indah RT 01 RW 02, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, wilayah hukum Polsek Kasemen Polresta Serang Kota. Aksi kekerasan itu disaksikan langsung oleh banyak warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga dikeroyok oleh Basri dan anaknya, bersama tiga orang lainnya. Para pelaku secara membabi buta menganiaya korban hingga sekarat tanpa didahului pertengkaran.

Salah seorang warga di lokasi kejadian menyebutkan, para pelaku datang mengendarai sepeda motor dan langsung menyerang korban.

“Korban lagi di atas motor, tiba-tiba langsung dihajar. Ada yang bawa senjata tajam,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Ironisnya, meski korban sudah dalam kondisi kritis dan bersimbah darah, para pelaku diduga mengikat tubuh korban menggunakan tali, lalu menaikkannya ke atas sepeda motor dan membawanya pergi.

Kapolsek Kasemen IPTU Ahmad Nasihin menjelaskan, sebelum kejadian korban diketahui datang ke rumah saudaranya di Komplek Panjunan Indah.

“Sekitar pukul 10.30 WIB, korban berada di depan rumah saudaranya. Tiba-tiba para pelaku datang dan langsung melakukan pengeroyokan tanpa ada percakapan terlebih dahulu,” ujar IPTU Ahmad Nasihin.

Usai dianiaya, korban kemudian dibawa oleh para pelaku ke Kampung Sidayu, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Polsek Kasemen bergerak cepat usai menerima laporan kejadian tersebut. Dalam waktu singkat, lima orang terduga pelaku berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, saat ini kami telah mengamankan lima orang terduga pelaku pengeroyokan. Seluruhnya sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Kasemen,” tegas IPTU Ahmad Nasihin, Senin (26/1/2026).

Pihak kepolisian juga memastikan akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami tidak mentolerir aksi kekerasan seperti ini. Proses hukum akan kami lakukan secara profesional dan transparan,” tambahnya.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan kepolisian antara lain mendatangi TKP, berkoordinasi dengan tim forensik, melakukan dokumentasi, mendata korban dan saksi-saksi, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” pungkas Kapolsek. ***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien