Setahun Jadi Gubernur Banten, Andra Soni Sebut Kepala Daerah Harus Siap Dikritik Dan Dicaci Maki
SERANG-Terhitung sudah setahun Andra Soni menjabat sebagai Gubernur Banten. Selama menjabat, Andra mengungkapkan bahwa menjadi kepala daerah harus siap dikritik dan dicaci maki.
Hal diungkapkan Politisi Gerindra itu saat menjadi pembicara dalam diskusi Refleksi Satu Tahun Gubernur Banten di Kampus Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta), Kamis (29/1/2026).
“Harus siap dicaci dan dimaki,” ujarnya dihadapan para akademisi.
“Semakin banyak kita dikritik dan diberi saran, itu tandanya harapan telah dititipkan kepada kita,” sambung Andra dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, Andra memaparkan program Pemprov Banten yang telah dilakukan bersama Dimyati Natakusumah selama setahun ini.
Namun program seperti intervensi jalan desa alias Bang Andra dan Program Sekolah Gratis, kemungkinan tak cukup hanya satu periode. Penyelesaiannya, butuh lebih dari lima tahun.
“Setidaknya diselesaikan satu per satu, tapi setidaknya kita membangun pondasi dan berada di jalan yang benar dalam membangun infrastruktur desa,” kata Andra.

Kendati demikian, Andra mengungkapkan program yang digagasnya bersama Dimyati tak selalu bisa memuaskan semua pihak.
Ada saja pihak yang merasa tak puas terhadap kebijakan yang dijalankan.
Andra juga mengucapkan terima kasih kepada para akademisi atas masukan berupa kritik dan saran.
Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari demokrasi.
“Saya ucapkan terima kasih atas masukannya,” tutup Andra.
Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman menilai, kinerja Andra-Dimyati sudah baik dalam setahun ini.
Program pendidikan dan infrastruktur jalan menurutnya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Program sekolah gratis bagus, komunikasi semua pihak juga bagus, mudah-mudahan di tahun kedua bisa semakin mengakselerasi lagi,” ujarnya.***
