Iklan Banner

DKPP Kota Serang Tangani 7.600 Rumah Tidak Layak Huni, Ribuan Unit Siap Direhab Tahun Ini

Oong Ade HUT Gerindra

SERANG – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus berupaya mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tahun 2026 ini, sebanyak 1.600 unit rumah akan dibangun melalui program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala DKPP Kota Serang, Nofriady Eka Putra, mengatakan, bahwa berdasarkan hasil asesmen dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat sekitar 7.600 rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni.

Dari jumlah tersebut, sebagian sudah mendapatkan bantuan dari berbagai sumber pendanaan.

“Kita asesmen dari BPBD ada kurang lebih 150 rumah. Yang sudah kita bantu melalui anggaran APBD lewat Dinas Perkim ada sebanyak 51 unit. Sisanya akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT),” ujar Nofriady usai meninjau rumah roboh di Kaligandu, Kota Serang, Selasa (3/2/2026).

Selain dari APBD, lanjut Nofriady, sejumlah pihak juga ikut menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Dari CSR ada 75 unit dari PT Kawah, dari PLN dua unit, dan dari Budha Suci insyaallah ada 100 unit. Lipo Group juga berkontribusi sekitar 200 unit,” jelasnya.

Agil HUT Gerindra

Sementara itu, program dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan membangun 1.600 unit rumah di Kota Serang pada tahun 2026 ini.

Bantuan tersebut, kata dia, difokuskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan rumah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.

“Kriterianya jelas, untuk MBR dengan kondisi rumah rusak sedang atau berat. Kita lihat dari struktur bangunannya, semua ada kriteria teknisnya,” ungkap Nofriady.

Ia menambahkan, perbaikan rumah rusak sedang akan mendapatkan bantuan senilai Rp5 juta hingga Rp10 juta, sementara rumah rusak berat memperoleh bantuan hingga Rp17 juta.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk barang material bangunan, bukan uang tunai.

Nofriady menyebut, rumah tidak layak huni di Kota Serang tersebar di berbagai kecamatan, terutama di wilayah Kasemen, Walantaka, dan Serang.

Ia menilai, peningkatan jumlah RTLH yang mendapat penanganan tahun ini merupakan capaian signifikan di bawah kepemimpinan Wali Kota Serang saat ini.

“Tahun ini sudah sangat signifikan kenaikannya di era pak Walikota, Serang Budi Rustandi. Perbaikan RTLH ini akan terus dilakukan secara bertahap setiap tahun hingga seluruh rumah warga yang tidak layak huni dapat diperbaiki,” pungkasnya.***

Ade Hasbi HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien