Dinkes Kota Serang HPN

Audiensi dengan PUPR, DPRD Dorong Solusi Banjir Serdang–Waringinkurung

DPRD Kota Serang HPN

 

SERANG – Anggota DPRD Kabupaten Serang, Tb. M. Soleh, membersamai masyarakat dalam audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang untuk mencari solusi penanganan banjir yang kerap terjadi di wilayah Serdang dan Waringinkurung.

Tb. M. Soleh menjelaskan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai aduan dan keluhan warga yang selama ini disampaikan kepadanya, baik melalui kegiatan reses, media sosial, maupun pesan langsung.

“Sebagai wakil rakyat, kami ini penyambung lidah masyarakat. Keluhan banjir di sepanjang Jalan Serdang–Waringinkurung ini sudah sering disampaikan ke kami, bahkan sudah bertahun-tahun belum terselesaikan,” ujar Soleh kepada Fakta Banten, Selasa (10/2/2026).

Ia mengungkapkan, ruas jalan Serdang–Waringinkurung masuk ke dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Kramatwatu dan Kecamatan Waringinkurung, dengan dua titik banjir yang menjadi langganan akibat genangan air yang tidak tertampung drainase.

“Dua titik itu sudah sangat sering banjir. Yang pertama di depan Taman Krakatau, yang kedua di kawasan Griya Serdang Indah. Ini sudah berulang kali viral di media sosial, bahkan warga sampai men-tag akun bupati dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurut Soleh, audiensi ini diinisiasi agar kajian teknis yang disiapkan Dinas PUPR dapat diterima oleh semua pihak, mengingat adanya keberatan dari sejumlah pihak terkait rencana penanganan banjir.

“Di titik depan Taman Krakatau, yang keberatan itu dari pihak developer. Sedangkan di titik Griya Serdang Indah, ada warga yang keberatan karena jalur drainase akan melintasi lingkungan mereka. Nah, di sinilah fungsi audiensi, untuk mencari solusi bersama,” katanya.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

Hasil audiensi tersebut, lanjut Soleh, Dinas PUPR akan segera menindaklanjuti kajian teknis penanganan banjir berupa normalisasi dan perbaikan drainase di dua titik tersebut, yang direncanakan masuk dalam program tahun ini.

“Insyaallah tahun ini dua titik itu bisa ditangani. PUPR sudah menganggarkan, tinggal menunggu kesepakatan dan keputusan dari pihak developer, karena ada aset perumahan yang sampai sekarang belum diserahkan ke Pemda,” ungkapnya.

Soleh menegaskan, penanganan banjir ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, mengingat jalan tersebut dilalui ribuan pengguna setiap harinya, termasuk warga Waringinkurung dan Kramatwatu.

“Kita harus mengedepankan kepentingan masyarakat banyak, bukan kepentingan internal atau egosentris. Ini dampaknya besar bagi aktivitas warga,” tegasnya.

Ia juga memastikan DPRD akan terus mendorong agar persoalan banjir ini benar-benar tuntas.

“Kita dorong terus sampai selesai. DPRD menyampaikan aspirasi, eksekusinya ada di eksekutif. Dan alhamdulillah, PUPR sangat responsif, mengundang kami, developer, dan masyarakat untuk duduk bersama,” tambahnya.

Audiensi tersebut turut melibatkan perwakilan dari empat perumahan, yakni Taman Krakatau, Bumi Krakatau Permai, dan Griya Serdang Indah (GSI), serta unsur masyarakat Waringinkurung, mahasiswa, dan karang taruna sebagai pengguna jalan yang terdampak langsung.

“Harapannya, solusi yang dihasilkan bisa diterima semua pihak, aman, nyaman, dan benar-benar menyelesaikan persoalan banjir yang sudah lama dikeluhkan warga,” pungkas Soleh.***

HPN Dinkes Prokopim
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien