Syahroni Serap Aspirasi Warga Kota Tangerang Soal Normalisasi Danau Cipondoh dan Pelebaran Jalan Hasyim Asy’ari
TANGERANG – Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syahroni, melaksanakan kegiatan reses di RW 09 Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada akhir pekan lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Syahroni menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait persoalan lingkungan, infrastruktur, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Dalam dialog bersama warga, Syahroni menyoroti kondisi Danau Cipondoh yang kini mengalami pendangkalan cukup parah.
Menurutnya, danau seluas sekitar 145 hektare yang menjadi daerah resapan air diapit oleh dua kecamatan Cipondoh dan Pinang yang sekarang sudah tidak lagi berfungsi optimal.
“Danau Cipondoh sudah sangat dangkal. Akibatnya, sering terjadi banjir cukup parah di beberapa kelurahan seperti Cipondoh Induk, Cipondoh Makmur, Poris Gaga, Poris Gaga Baru, Petir, dan Ketapang. Karena itu warga berharap dilakukan normalisasi Danau Cipondoh,” ujar Syahroni, Senin (16/2/2026).
Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Hasyim Asy’ari, yang merupakan jalan provinsi penghubung Kota Tangerang dengan Jakarta.
Kepadatan semakin meningkat sejak pembangunan Asrama Haji Cipondoh di kawasan tersebut.
“Masyarakat meminta agar Jalan Hasyim Asy’ari yang belum dilebarkan segera diperluas, terutama dari depan Kantor Kecamatan Cipondoh hingga Sekolah Bina Insani sepanjang sekitar 700 meter,” kata Syahroni.

Dari sektor pendidikan, Syahroni juga menerima laporan kondisi sejumlah madrasah yang bangunannya sudah tidak layak dan berpotensi roboh.
Berdasarkan informasi, usia sekolah tersebut sudah berdiri hampir 50 tahun. Sekolah tersebut berada di tanah wakaf. Sehingga layak dibantu pemerintah dan dibangun ulang untuk keamanan dan kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar.
Sekolah-sekolah tersebut antara lain MI dan MTs Daarul Hikmah di Kelurahan Kenanga, MI Taklim Mubtadi di Kelurahan Cipondoh, dan MI Al Wasatiyah di Kelurahan Cipondoh Indah.
“Warga khawatir keselamatan para siswa. Mereka berharap pemerintah segera melakukan rehabilitasi bangunan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Dalam bidang ekonomi, Syahroni mencatat aspirasi dari para pelaku UMKM di Kota Tangerang yang membutuhkan kemudahan akses permodalan dan fasilitas usaha.
Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di setiap kelurahan untuk menyalurkan kredit usaha rakyat dengan bunga ringan.
Selain itu, banyak pelaku UMKM konfeksi di daerah tersebut yang meminta bantuan hibah alat produksi seperti mesin jahit, obras, potong kain, serta mesin kancing untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.
“Bantuan peralatan ini penting agar UMKM kita bisa bersaing dengan produk impor,” tegas Syahroni.
Syahroni menutup kegiatan reses dengan komitmen untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi warga dan menyampaikannya kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di tingkat provinsi.
“Semua aspirasi warga akan kami sampaikan secara resmi agar bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing OPD,” pungkasnya.***


