Iklan Banner

Andra Soni Didemo Dan Temui Mahasiswa, Ngaku Senang Diskusi Di Jalan

Pandeglang Gerindra HUT

 

SERANG-Andra Soni tepat setahun menjalani roda pemerintahan memimpin Provinsi Banten pada hari ini. Momentum setahun kepemimpinannya bersama Dimyati, Andra didemo mahasiswa yang menuntut sejumlah perbaikan.

Ditemani Kapolda Banten Irjen Hengki, Andra menemui massa aksi dan duduk bersama mendengarkan aspirasi mahasiswa.

Ia mengucapkan terima kasih karena mahasiswa merefleksikan berbagai kekurangan kepemimpinannya selama setahun terakhir.

Pada momen itu, Andra mengaku lebih suka berdiskusi dan mendengar aspirasi mahasiswa di “jalan” dibandingkan dalam ruang pertemuan formal.

Meski demikian, ia juga mengaku beberapa kali mendapat undangan pertemuan formal dengan kelompok mahasiswa dan melakukan diskusi.

“Jadi mohon maaf, kawan. Bukan saya enggak mau melayani. Kalau kamu ketemu saya secara formal, kamu enggak bakal bisa kritis seperti sekarang,” ujar Andra, Jumat (20/2/2026).

“Saya pernah mahasiswa, saya pernah jadi aktivis. Yang teman-teman harus lakukan persis seperti tadi. No hard feelings, ‘terserah mau Gubernur sakit hati, mau Gubernur enggak suka, saya (mahasiswa) harus sampaikan karena itu hak saya,” sambungnya.

Agil HUT Gerindra

Andra merasa bahagia, refleksi satu tahun kepemimpinannya bareng Dimyati dirayakan, disampaikan oleh rakyatnya, unsur mahasiswa.

“Nah, itu yang teman-teman sampaikan dan itu merupakan vitamin buat saya di tahun berikutnya,” katanya.

Terkait beberapa masalah yang disampaikan, Andra akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

Soal jalan rusak, Andra menyampaikan Pemprov telah membangun jalan yang seharusnya menjadi kewenangan kabupaten/kota atau desa.

“Jalan rusak. Lebak, Pandeglang, dua daerah yang fiskalnya paling rendah. Hari ini bahkan Pandeglang tidak serupiah pun bisa membangun jalan,” jelasnya.

“Provinsi mencoba untuk ikut serta membangun jalan-jalan desa yang sebenarnya bukan tanggung jawab provinsi, tetapi tanggung jawab bupati. Yang menikmatinya adalah masyarakat Banten juga,” tambah Andra.

Adapun massa aksi dari Aliansi BEM se-Provinsi Banten berorasi dan menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan. Salah satu orator menyebut pembangunan di Banten tidak merata.

Menurutnya, wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang jauh tertinggal dibanding daerah lain, khususnya Tangerang Raya. Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan aspirasi soal calo tenaga kerja hingga masalah truk ODOL yang memakan korban. (*/Ajo)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien