Iklan Banner

Rp20 Triliun Danantara untuk Peternakan Ayam Nasional, Jutaan Lapangan Kerja Diproyeksikan Terbuka

Pandeglang Gerindra HUT

LEBAK – Gelombang baru investasi sektor pangan mulai bergerak. Dana jumbo senilai Rp20 triliun dikabarkan akan dialokasikan untuk membangun peternakan ayam terintegrasi berskala nasional.

Program ini tidak hanya membidik peningkatan produksi daging ayam dan telur, tetapi juga diproyeksikan membuka hingga 1,46 juta peluang kerja di berbagai daerah.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun Facebook @liputantimes, program tersebut akan dimulai di enam wilayah sebagai tahap awal pengembangan.

Kabarnya, pendanaan proyek tersebut berasal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara)

Kemudian, proyek pembangunan pabrik peternakan ayam itu sudah mulai dikerjakan pada Rabu, 28 Januari 2026.

Konsep yang diusung adalah sistem terintegrasi, mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, hingga distribusi, sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan terkendali.Skema terintegrasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan ayam dan telur di dalam negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, fluktuasi harga komoditas unggas kerap dipengaruhi oleh distribusi dan biaya produksi yang tidak merata. Dengan model terpusat namun tetap melibatkan daerah, pemerintah berharap produksi bisa lebih stabil.

Agil HUT Gerindra

Tak hanya menyasar korporasi besar, proyek ini juga disebut membuka ruang kolaborasi dengan peternak rakyat dan pelaku UMKM.

Jika dijalankan sesuai rencana, dampaknya dapat meluas ke sektor pendukung seperti logistik, pengolahan pakan, industri kemasan, hingga perdagangan lokal.

Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek peternakan ayam nasional ini juga digadang-gadang menjadi mesin ekonomi baru di daerah.

Ribuan tenaga kerja berpotensi terserap, baik tenaga terampil maupun pekerja umum, sehingga mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.

Meski demikian, publik tentu berharap implementasi program ini berjalan transparan, tepat sasaran, serta berkelanjutan.

Pengawasan dan tata kelola yang baik menjadi kunci agar anggaran besar tersebut benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

Pada akhirnya, keberhasilan proyek ini akan diukur bukan hanya dari angka produksi, tetapi dari sejauh mana kesejahteraan peternak, pelaku usaha kecil, dan masyarakat daerah ikut meningkat. (*/Sahrul).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien