Iklan Banner

Didominasi Sisa Konsumsi Rumah Tangga, Volume Sampah di TPAS Cilowong Naik Selama Ramadan

Dedi Haryadi HUT Gerindra

 

SERANG – Memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, mengalami peningkatan volume.

Kepala TPAS Cilowong, Agam, mengatakan bahwa lonjakan ini berkaitan erat dengan perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa.

Menurut Agam, masyarakat cenderung mengalami pergeseran perilaku konsumsi menjelang waktu berbuka dan sahur.

Hal tersebut berdampak langsung pada peningkatan volume sampah, terutama sampah rumah tangga dan sisa makanan.

“Dengan adanya perbedaan pola konsumsi masyarakat pada bulan puasa dibandingkan hari-hari biasa, tentunya berdampak terhadap volume sampah yang dihasilkan dari masyarakat itu sendiri,” ujar Agam saat ditemui di TPAS Cilowong, Selasa (24/2/2026).

Lebih lanjut Agam menjelaskan, volume sampah yang masuk ke TPAS Cilowong dalam kondisi normal mencapai sekitar 300 hingga 400 ton per hari dari wilayah Kota Serang.

Sementara itu, dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel), volume yang masuk mencapai sekitar 500 ton per hari, dan dari Kabupaten Serang sekitar 200 ton per hari.

Meski terjadi peningkatan, Agam menyebut lonjakan volume sampah selama Ramadan tidak terlalu signifikan secara keseluruhan. Namun, peningkatan tetap terasa, terutama menjelang akhir pekan dan menjelang hari besar keagamaan.

Agil HUT Gerindra

“Kalau dibandingkan hari biasa, sebenarnya tidak terlalu signifikan, paling sekitar 10 persen. Tapi karena ada kerja sama dengan daerah lain seperti Tangsel dan Kabupaten Serang, total volume sampah yang masuk ke Cilowong otomatis ikut meningkat,” jelasnya.

Kerja sama antar daerah tersebut, kata Agam, memang sudah berjalan beberapa waktu terakhir sebagai bentuk kolaborasi pengelolaan sampah lintas wilayah.

Namun, kondisi ini menuntut pengelola TPAS Cilowong untuk terus memastikan kapasitas dan pengelolaan sampah berjalan optimal agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.

Lebih lanjut, pihaknya juga berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah agar tidak terjadi penumpukan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan memperbaiki infrastruktur penimbangan dan mempercepat proses pemadatan di area pembuangan.

“Kami terus berupaya agar pengelolaan tetap lancar meski volume meningkat. Termasuk memastikan armada pengangkutan dan alat berat di lokasi berfungsi optimal,” ujar Agam.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi potensi timbulan sampah dengan memilah antara sampah organik dan anorganik dari rumah.

Terlebih di bulan Ramadan, di mana aktivitas buka bersama dan konsumsi makanan instan sering kali menambah jumlah sampah kemasan plastik.

“Kami harap kesadaran masyarakat bisa meningkat. Kalau bisa kurangi penggunaan kemasan sekali pakai, dan pilah sampah dari sumbernya,” pungkasnya.

Peningkatan volume sampah di bulan Ramadan menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kota Serang.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, upaya penguatan edukasi lingkungan dan manajemen pengangkutan terus dilakukan agar pengelolaan sampah di TPAS Cilowong tetap terkendali dan tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar. ***

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien